Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang Tegaskan Umat Kristen Harus “Berkarakteristik Gembala Dimanapun Gembala".

Pada Saat Last Minute Tersesat Tuhan Hadir Menggembalakan UmatNya
Redaksi - Minggu, 11 Mei 2025 14:13 WIB
Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang Tegaskan Umat Kristen Harus “Berkarakteristik Gembala Dimanapun Gembala".
Redaksi
Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang Saat membawakan kotbah di HKBP Ampera Medan pada Minggu Jubiltae baru baru ini

Seorang gembala yang baik selalu menuntun domba-dombanya ke padang rumput yang hijau, memperhatikan dombanya 24 jam, memberikan yang terbaik kepada dombanya, untuk itulah sebagai Umat Kristen haruslah berkarakter gembala dimanapun berada dalam semua aktivitas yang dilakukannya. Mengapa demikian, karena kita adalah Domba Allah, dan Allah adalah gembala yang sangat baik kepada kita, maka kita pun harus jadi gembala dimaanapun berada, tegas Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang yang juga merupakan Sekretaris Yayasan Universitas HKBP Nommensen saat mmebawakan Kotbah di HKBP Ampera Medan dengan nama minggu, minggu Jubilate dan Topik Minggu, Allah Menggembalakan Umat-Nya (Minggu, 11 Mei 2025)

Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang memaparkan, gembala itu ibarat seorang pemimpin dimana Pemimpin adalah navigator bagi komunitas yang sangat menentukan. Pemimpin punya peran penting yangg vital dalam pencapaian tujuan, pungkas Pdt. Enig lagi. Kita perlu belajar dari kegalauan dan kegelisahan Yehezeikel, bahkan mengalami pergumulan sangat berat, karena pemimpin Israel saat itu mengabaikan dan jauh dari suara Tuhan. Ketika pemimpin Israel salah arah, ini jadi berubah jadi malapetaka bagi Israel, sehingga sampai pada pembuangan babel. Pemimpi tidak boleh salah arah, dan jauh dari Tuhan.

Pdt. Dr. Enig Aritonang menegaskan Kepemimpinan Kristen yang benar dan baik selalu mendengar suara Tuhan. Mari belajar dari Pembuangan Israel di Babel melahirkan penderitaan karena pemimpinnya jauh dari Tuhan. Untuk itu, poemimpin tidak boleh mementingkan diri sendiri, dan Kesalahan dalam kepemimpinan bisa fatal, tambah Pdt. Enig lagi. Ada pesan untuk jadi gembala yang baik, yakni Tuhan selalu mencari umatnya yang tersesat. Mari belajar dari kisah John Newton yang dipakai Tuhan jadi gembala padahal John Newton dulu menjual manusia sebagai budak. Tuhan menggembalakan John Newton dan menjadi pelayan Tuhan. Kemudian Saulus juga demikian, mengejar umat Keisten, penggembalaan tuhan kepada Saulus membuat Paulus jadi rasul Tuhan.

Masih menurut Pdt. Enig bahwa Tuhan selalu mencari UmatNya yang tersesat. Bahkan Sampai last minute kita tersesat, Tuhan masih mencari kita. Luar biasa Kebaikan Tuhan, mencari domba yang tersesat. Sebagai domba, jangan putus asa. Sebagai domba mari dengar suara Gembala. Tuhan selalu memberikan jalan. Tuhan Yesus sangat lembut memanggil kita. Ketika Tuhan menggebalakan kita sebagai Domba Allah, Kita juga harus gembala dimanapun berada dalam aktivitas keseharian kita. Mari ingatkan semua keluarga ke Gereja, agar bisa merespon suara Tuhan lewat pemberitaan injil. Keluarga adalah tempat paling nyaman dan aman jika Firman Tuhan jadi pedoman.. Diakhir kotbahnya Pdt. Enig Sonatha Aritonang menegaskan supaya Umat Kristen menyerahkan hidupnyakepada Tuhan dan sebagai sebagai domba Tuhan, kita pasti dipulihkan dan dimuliakan, tegas Pdt. Enig Sonatha Aritonang lagi.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi