Pergerakan Mahasiswa Nias Indonesia (PEMNI) meminta pemerintah untuk memprioritaskan penanganan bencana yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh, dibandingkan melanjutkan pembahasan wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. PEMNI menilai, di tengah kondisi darurat dan penderitaan masyarakat terdampak bencana, agenda kemanusiaan seharusnya menjadi fokus utama negara.
Koordinator pusat PEMNI Yukenriusman Hulu, menegaskan bahwa bencana alam yang terjadi telah berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan keselamatan warga.
Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk fokus dalam penanganan nyata melalui langkah-langkah cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan dalam proses evakuasi, pemulihan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Menurut Yukenriusman Hulu, pembahasan isu politik yang tidak bersifat mendesak justru berpotensi mengalihkan perhatian dan energi pemerintah dari tanggung jawab utamanya, yakni melindungi rakyat.
“Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan dan wacana politik apa pun,” tegas Yukenriusman Hulu.
Selain itu, Koordinator pusat PEMNI, Yukenriusman hulu mengapresiasi Langkah pemerintah dalam penanganan cepat bencana alam Sumatera dan Aceh, dimna pemerintah hadir dan menjadi Solusi untuk perbaikan wilayah yang dilanda bencana alam. Tega Yukenriusman di Jakarta.
Sebagai bagian dari elemen mahasiswa, PEMNI menyatakan akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat, terutama dalam situasi krisis dan darurat kemanusiaan seperti yang terjadi di Sumatera dan Aceh saat ini.