Setelah saudara kita umat Islam selesai menyelenggerakan ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan 1444 H dan akan merayakan hari Idul Fitri tentu arus mudik akan semakin tinggi dimana tradisi berkumpul bersama keluarga adalah hal yang sudah lama terjaga dengan baik. Dengan adanya mudik di hari raya Idul Fitri ini adalah sebuah bukti betapa warga negara kita masih punya ikatan kekeluargaan yang sangat luar biasa.
Adanya rasa kekeluargaan yang bagus dengan tetap menjalin silaturahmi adalah hal yangs angat positif karena ini adlah sebuah bukti interaksi yang terbangun masih bisa menumbuhkan rasa cinta dan penuh dengan persaduaraan. Tidak menumbuhkan semangat egoisme. Adanya rasa cinta dalam diri manusia melihat sebauh keluarga adalah hal yang sangat posutuf dan membangun, bakana dalah sebuah kekuatan yang bisa digunakan pedoman dalam membangun karakter yang kuat. Melalui gerakan mudik ini tentu sangat diharapkan terbangun kohesi sosial yang kuat untuk bisa saling berbagi kasih dan cinta dengan sesama keluarga. Ingat keluarga adalah hal yang paling utama dalam membangun dan mendorong penguatan karakter. Kalau berhasil di keluarga tentu akan berhasil dengan baik di lingkungan sosial.
Karakter jelas sangat menentukan bangsa itu mau jadi apa. Tidak salah rasanya, puasa tentu bertujuan membangun karakter kita semua, tanpa kecuali. Tatkala saudara kita yang beragama Islam menjalankan puasa, maka mereka sedang membangun karakter. Tsementara umat lain juga membangun karakter, bagaimana mereka bisa menghargai orang yang berpuasa dengan cara mendorong saudara mereka untuk berpuasa dengan baik dan benar.
Setelah saudara kita yang beragama Islam menjalankan puasa, maka saudara kita akan melakukan perayaan Idul Fitri 1444 H dan secara serenatak dirayakan di seluruh dunia. Maka kegembiraan, kebahagiaan, akan jadi milik bersama karena di hari yang fitrah telah menjalankan puasa sebulan penuh, itulah bulan suci ramadhan. Dalam perayaan Idul Fitri ini, tradisi mudik sudah lama terpelihara di negara ini. Bagaimana proses mudik ini dilakukan dengan baik sehingga semuanya berjalan lancar dan punya manfaat besar bagi kita semua.
Kita pun patut mengapresiasi kepada siapa saja yang ikut mensukseskan mudik lebaran dengan baik. Mulai dari penjagaan yang dilakukan oleh Polisi, petugas medis, sampai ucapan selamat dari semua pihak sebagai wujud dari kepedulian atas persaudaraan sebangsa dan setanah air. Sebagai bangsa yang percaya kepada Tuhan tentu perintah agama wajib hukumnya kita lakukan demi menciptakan keharmonisan hidup, keseimbangan hidup, dan keteraturan hidup. Pasca mudik lebaran tentu semua yang merayakan lebaran telah kembali melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Bahkan kehadiran PNS di berbagai intansi pemerintahan juga sangat bagus, di atas rata-rata.
Pasca mudik lebaran, ada hal yang menggelitik di hati kita semua, apakah bangsa ini bisa mudik karakter dengan kembali kepada perilaku yang baik, perilaku membangun, perilaku yang jauh dari korupsi? Saat kita menolak korupsi, saat kita menolak persekongkolan jahat, saat kita menolak prostitusi, saat kita menolak perjudian inilah substansi utama dari mudik karakter. Secara umum kita memahami moral itu adalah sebuah perbuatan yang baik, patut sesuai norma, nilai, dan tidak berlawanan dengan hukum positif yang dibangun oleh sebuah bangsa.
Kalau kita melihat bangsa kita ini dari kacama mata karakter tentu kita masih jauh dari nilai yang bagus sebagai sebuah bangsa yang bermoral baik dan bagus. Korupsi yang sangat tinggi, prostitusi yang marak, kriminal dalam bentuk jambret dan rampok yang sangat tinggi, bahkan tidak ada kenyamanan lagi sebagai warga negara merupakan bukti yang sangat “sahih” betapa moral anak bangsa ini sudah sangat rusak.
Di pendidikan ada saja siswa tewas karena dianiaya senior, di ekonomi seringkali terjadi pungutan liar dan pengemplangan pajak, di hukum seringkali terjadi kasus suap, sogok, dan segala bentuk persekongkolan lainnya, di budaya kita sudah mengalami degradasi identitas karena maraknya pengaruh budaya luar, di teknologi seringkali muncul kasus pornografi yang semakin marak di kalangan anak muda dan remaja. Ini adalah sebuah potret betapa moral anak bangsa ini sudah semakin parah. Butuh gerakan revolusioner untuk menyelematkan anak bangsa ini dari kehancuran total.
Beruntung kita masih bangsa yang punya agama. Setidaknya ada patron bahwa nilai agama yang kita anut merupakan sumber nilai yang bisa jadi pedoman. Agama Islam, agama Kristen, Agama Budha, agama Hindu, agama Konghucu semua mengajarkan moral manusia yang idealnya sesuai dengan kehendak sang Pencipta. Mengasihi, menyayangi, menghormati, hidup hemat, hidup jujur, hidup sederhana, dan hidup sesuai dengan kehendak sang Pencipta merupakan ajaran dasar semua agama. Tinggal lagi apa upaya yang bisa kita lakukan agar nilai-nilai ini bisa kita implementasikan dalam hidup dan bukan sekedar wacana yang dikobarkan dengan berapi-api.
Untuk itu, perana keluarga, peran sekolah, peran pemerintah, dan peran lingkungan sosial sangatlah penting untuk menanamkan ini kepada generasi muda agar hal-hal yang bersifat merusak jangan lagi terjadi. Keluarga misalnya sebagai sosialisasi nilai yang pertama dan utama saatnya menanamkan nilai yang membangun kepada si anak.
Ikatan Sosial
Terlepas daripada itu, dengan adanya gerakan mudik dimana rasa cinta, kasih untuk berkumpul bersama keluarga bisa mendorong terbangunnya ikatan sosial yang kuat. Adanya ikatan sosial yang kuat sangat bagus untuk menumbuhkan adanya rasa perhatian, cinta, kasih kepada sesama manusia. Ikatan sosial sangat kita butuhkan agar warga negara bisa punya kepedulian dan kepekaan. Jika dengan keluarga masih ada rasa rindu, ini adalah bukti kuat bahwa masyarakat kita masih punya kepekaan sosial dan kepedulian yangs angat dibutuhkan dalam membangun bangsa dan negara ini. Sebagai warga negara, kita punya tanggung jawab untuk ikut membangun bangsa ini.
Kepedulian kita dalam memelihara lingkungan hidup, membayar pajak, menolong sesama adalah modal sosial yangs angat bagus untuk mendorong keebrhasilan pembangunan bangsa yang sangat kita cintai ini. Artinya, pembangunan negara yang bersandar pada kepedulian negara adalah hal yang sangat bagus dalam membangun bangsa ini berdasarkan amanat UUD 1945.
Semoga manajemen mudik yang diterapkan oleh pemerintah mam[u membuat arus mudik bisa berjalan dengan bagus dan baik. Semoag saja mudik masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga bisa berjalan dengan baik sebagai sebuah upaya untuk membangun ikatan sosial yang sangat bagus dan jadi modal sosial untuk membangun negara ini. Selamat merayakan Idul Fitri 1444 H dan selamat menikmati perjalanan mudik buat saudara kami. Mohon maaf lahir dan bathin.
Penulis adalah Kader GMKI dan Saat ini Anggota Yayasan UHN/ Pernah Sekretaris DPD PIKI Sumatera Utara