Rektor UHN Medan Apresiasi Menteri Koperasi RI Saat Kuliah Umum di UHN Medan

Redaksi - Rabu, 29 Juli 2026 18:40 WIB
Rektor UHN Medan Apresiasi Menteri Koperasi RI Saat Kuliah Umum di UHN Medan
Redaksi
Rektor UHN Medan Dr. Richard AM Napitupulu, ST, MT didampingi oleh WR I, II, dan IV saat memberikan sambutan di kuliah umum Menteri Koperasi RI
Selamat datang Bapak Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si. di Universitas HKBP Nommensen Medan. Saya sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Menteri untuk memberikan literasi dan edukasi mengenai koperasi yang sangat berharga bagi kami, mahasiswa dan civitas akademika UHN Medan. Hal itu ditegaskan oleh Rektor UHN Medan Dr. Richard A.M. Napitupulu, S.T., M.T. saat Menteri Koperasi RI memberikan kuliah umum di Auditorium UHN Medan dalam rangka Nommensen Festival 2026 yang dipandu oleh moderator Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, M.I.Kom. (Rabu, 29/07/2026).

Menteri Koperasi kembali menegaskan bahwa UUD 1945 Pasal 33 sebagai dasar hukum koperasi sangat jelas menyatakan: Ayat (1), "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan"; Ayat (2), "Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara"; serta Ayat (3), "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat." Menurut Dr. Ferry J. Juliantono, ketentuan tersebut merupakan dasar konstitusi ekonomi koperasi.

Menteri Koperasi mengatakan bahwa dalam desain pola pembangunan berencana semesta, pengembangan tata kelola Koperasi Merah Putih akan terus dibenahi. Selain itu, digitalisasi koperasi akan terus didorong untuk menarik minat Generasi Z. Ia kembali menegaskan bahwa koperasi merupakan soko guru ekonomi sekaligus menjadi arus utama (mainstream) perekonomian nasional. Menurutnya, sejak dahulu tokoh-tokoh koperasi seperti Margono Djojohadikusumo, Bung Hatta, dan Bung Karno telah menginginkan koperasi menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi Indonesia.

Masih menurut Menteri, Presiden menegaskan bahwa koperasi merupakan pilar ekonomi nasional, praktik ekonomi berbasis rakyat, dan negara harus hadir untuk rakyat. Kehadiran Koperasi Merah Putih harus memberikan manfaat bagi bangsa sekaligus mendorong perkembangan koperasi lainnya. Bahkan, Menteri Koperasi menyebutkan bahwa Asta Cita ke-5 menekankan pembangunan dari bawah dan dari desa demi kepentingan bangsa yang lebih besar.

Di akhir paparannya, Menteri Koperasi menyampaikan pesan Presiden bahwa perekonomian Indonesia harus berlandaskan nilai-nilai kerakyatan dan kebersamaan. Ia juga meminta kembali keterlibatan UHN untuk berada di garis terdepan dalam transformasi ekonomi dengan mengembalikan koperasi sebagai soko guru ekonomi bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Bung Karno, Bung Hatta, dan para founding fathers Indonesia. Tahun ini diharapkan Undang-Undang Perkoperasian yang baru dapat segera disahkan dengan regulasi yang lebih relevan, akomodatif, dan sesuai perkembangan zaman. Saat ini terdapat sekitar 130.000 koperasi, dengan target pembangunan sekitar 35.000 bangunan koperasi, tegas Dr. Ferry J. Juliantono, S.E., Ak., M.Si.

Kuliah umum ini dihadiri oleh ribuan mahasiswa, dosen, serta berbagai tamu undangan. Sebelum kuliah umum dimulai, acara diawali dengan sambutan Ketua Yayasan UHN Dr. Effendi M.S. Simbolon, M.Si. dan Rektor UHN Medan Dr. Richard A.M. Napitupulu, S.T., M.T. Turut hadir Sekretaris Yayasan UHN Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang, Ketua Dewan Pengawas Ir. Janter Napitupulu, M.T., Edison Manurung, S.H., M.M., serta sejumlah undangan lainnya.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi