Penembakan Kader GMKI oleh KKB, GMKI : Usut Tuntas, Tindak Tegas Pelaku dan Dorong Solusi Damai Konflik Papua

Redaksi - Kamis, 10 September 2026 11:50 WIB
Penembakan Kader GMKI oleh KKB, GMKI : Usut  Tuntas, Tindak Tegas Pelaku dan Dorong Solusi Damai Konflik Papua

jurnalpemerintahan.com -Jakarta - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) mengecam keras penembakan terhadap tiga ASN/CPNS dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang menewaskan tiga korban, termasuk Willi Mbuik (25), yang diketahui sebagai kader GMKI cabang Kupang

"Alm. Willi Mbuik adalah kader GMKI dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Keluarga besar GMKI berduka cita dan mengecam aksi penembakan terhadap korban" tegas Prima Surbakti, Ketum PP GMKI

Prima menegaskan, aksi kelompok bersenjata yang menembak warga sipil dan merusak pelayanan publik merupakan tindakan yang tidak dapat di toleransi.

"Pemerintah segera usut tuntas, mengambil tindak tegas dan meminta mengambil langkah konkrit dan fokus menyelesaikan konflik serta stabilitas keamanan di Papua" kata Prima Surbakti

Prima mendorong satuan tugas operasi damai cartenz bersama jajaran TNI Polri mengejar para pelaku penembakan di Papua secara tegas dan terukur, menghentikan aksi kelompok bersenjata dan menekankan prioritas utama dalam menjaga keamanan masyarakat papua dan Indonesia.

Lebih lanjut, Prima menyampaikan kepada pemerintah untuk mencari solusi damai konflik Papua melalui optimalisasi pendekatan sosial budaya untuk mengatasi aksi kekerasan dan kekejaman yang dilakukan oleh OPM

"Pemerintah membuka ruang dialog dengan OPM mencari solusi menghentikan konflik secara transparan, agar tidak ada lagi masyarakat sipil yang menjadi korban" tutur Prima Surbakti

Prima meminta pemerintah dan satuan tugas operasi damai cartenz memastikan stabilitas keamanan dan hak hidup serta kesejahteraan masyarakat di tanah Papua terpenuhi.

"Papua harus damai, masyarakat aman, nyaman dan sejahtera untuk hidup, anak anak dapat sekolah dengan baik, tanpa ada konflik, intimidasi dan gangguan stabilitas" tutup Prima Surbakti

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi