Medan, 15 April 2025 " Komunitas Guru Muda Progresif menggelar diskusi virtual melalui Zoom Meeting pada Selasa malam (15/4), pukul 20.00 WIB. Diskusi ini membahas rencana pelaksanaan Program Sekolah Rakyat (SR) yang akan mulai direalisasikan pada tahun 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, aktivis, guru, hingga akademisi. Diskusi dibuka dengan pemaparan dari tiga pemantik utama, masing-masing menyampaikan pandangan kritis dan konstruktif terkait pelaksanaan program SR.
Pemantik pertama, Bintara Sirait, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat berpotensi menjadi solusi alternatif dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional. Namun, menurutnya, implementasi program ini tidak akan mudah dilakukan secara menyeluruh karena kompleksitas permasalahan pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, pemantik kedua, Roberto Simbolon, berpendapat bahwa pemerintah sebaiknya lebih memprioritaskan peningkatan kualitas sekolah reguler. Ia menyoroti masih banyaknya sekolah yang tertinggal dari segi fasilitas dan kekurangan tenaga pendidik. Roberto juga mengingatkan bahwa jika tidak dikelola dengan baik, program SR berpotensi menimbulkan pengkotak-kotakan dalam sistem pendidikan karena menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Pemantik ketiga, Benzisno Simanjorang, yang juga seorang guru, menyambut baik inisiatif Sekolah Rakyat karena memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu. Namun, ia menegaskan pentingnya regulasi yang jelas serta pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan program agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Setelah sesi pemantik, diskusi dilanjutkan dengan tanggapan dari para peserta. Pandangan yang disampaikan cukup beragam. Sebagian peserta mendukung penuh program SR karena dianggap mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, ada pula yang menyampaikan kekhawatiran terkait minimnya sosialisasi dan potensi pembengkakan anggaran di tengah kebijakan efisiensi yang tengah dijalankan pemerintah.
Secara umum, para peserta sepakat bahwa program Sekolah Rakyat memerlukan kajian mendalam serta regulasi yang tegas agar pelaksanaannya efektif dan tidak menimbulkan kesenjangan baru dalam sistem pendidikan nasional.
Di akhir diskusi, Arifin Silaban selaku moderator sekaligus inisiator kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemantik dan peserta yang telah berpartisipasi aktif. Ia berharap agar program Sekolah Rakyat dapat terealisasi dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.