Indonesia butuh semangat dan kerjasama yang nyata untuk membangun bangsa ini. Beberapa waktu terakhir kondisi politik, sosial, ekonomi dan hukum menjadi perbincangan serius di kalangan masyarakat umum. Kecepatan informasi dan transaksi elektronik berbagai platform media sosial yang menyebarkan informasi dan berita secara luas serta cepat di seluruh penjuru Indonesia.
Dalam kondisi bangsa saat ini ada kelompok-kelompok tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi ini untuk memecahbelah bangsa Indonesia. Kelompok-kelompok ini berkaitan erat dengan aktivitas ilegal ataupun praktek melawan hukum. Yang mana mereka merasa dirugikan akibat upayah-upayah penegakan hukum dan kebijakan pemerintah yang pro rakyat lalu kemudian dirasa tidak menguntungkan kelompok mereka. Upayah-upayah propaganda serta provokatif sengaja dimainkan terus agar kondisi rusuh dan chaos secara berkepanjangan.
Sebagai upayah menghindari tindakan-tindakan yang memecahbelah keutuhan bangsa dan negara kita, maka perlu membangun kesadaran kolektif dan gotong royong agar tidak mudah dipropaganda serta terprovokasi dengan informasi dan berita-berita yang memicu kondisi perpecahan yang eskalatif.
Kondisi global saat ini yang terjadi embargo, sanksi pokitik dan ekonomi, perang serta konflik lainnya dimana-mana berkontribusi terhadap separuh dinamika kebangsaan yang kita hadapi saat ini. Namu terlepas dari semua itu Indonesia masih tetap berdiri sebagai satu bangsa yang besar dan kuat di tengah-tengah keberagaman yang begitu besar. Bangsa Indonesia masih tetap konsisten menjaga keutuhan serta terlibat aktif dalam menyuarakan perdamaian dunia. Maka kritik dan masukan yang konstruktif, membangun dan solutif kepada pemangku kebijakan memang dibutuhkan sebagai perwujudan negara demokrasi, namun tetap mengedepankan etika dan norma yang berlaku di tengah-tengah masyarakat kita.
Untuk itu bertepatan pada momentum berharga di bulan Suci Ramadhan tahun 1447 Hijriah ini sudah seharusnya kita saling mengingatkan serta menguatkan dalam menjaga rasa persaudaraan dan semangat nasionalisme kita sebagai negara yang beragam suku bangsa, agama, ras dan golongan. Bulan suci ini sebagai momentum refleksi dan berbenah diri kita secara pribadi, warga negara, pemerintah dan bangsa Indonesia secara umum.
Kejadian rusuh besar-besaran pada bulan agustus tahun 2025 menjadi pelajaran penting untuk kita sebagai bangsa. Bahwa menjaga persatuan dan kesatuan sangatlah penting. Jangan mudah terpecahbelah akibat susupan kepentingan kelompok-kelompok yang hanya menguntungkan pribadi mereka.
Rudy Raubun - Sekretaris Fungsi Masyarakat PP GMKI