Pertama Kali dalam Sejarah, Investasi di Luar Jawa Lebih Besar

Dipicu oleh munculnya titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah RI
Redaksi - Kamis, 01 Desember 2022 11:13 WIB
Pertama Kali dalam Sejarah, Investasi di Luar Jawa Lebih Besar
Foto: Setpres
Presiden Joko Widodo bersama bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono meninjau sebuah ruas tol Trans Sumatra beberapa waktu lalu. Pembangunan infrastruktur di luar Jawa dikebut.

Sebuah rekor baru tercipta. Untuk pertama kalinya sejak Republik ini berdiri, nilai investasi di luar Pulau Jawa sudah lebih besar daripada Pulau Jawa.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan investasi yang masuk ke daerah luar pulau Jawa telah mencapai 53%. Sebaran investasi tersebut menggambarkan bahwa telah terjadi pemerataan ekonomi.

“Selama ini, rasio investasi antara daerah di pulau Jawa dan luar pulau Jawa dalam kisaran 60-70% untuk pulau Jawa dan sekitar 30-40% luar pulau Jawa,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Pertemunan Tahunan Bank Indonesia (PBTI) 2022 yang digelar di JCC Senayan Jakarta pada Rabu (30/11/2022).

Jokowi menambahkan, pemerintah tengah gencar menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di luar pulau Jawa. Contohnya, Maluku Utara dijadikan sebagai titik pertumbuhan ekonomi baru.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara itu 27%. Angka tersebut sangat tinggi. Bahkan, paling tinggi di dunia,” jelas Jokowi.

Pertumbuhan ekonomi daerah tersebut ditopang hilirisasi komoditas tambang, seperti pembangunan smelter nikel. Oleh sebab itu,pemerintah akan terus memfokuskan investasi hilirisasi industri, seperti hilirisasi nikel, bauksit, timah, dan tembaga.

Jokowi menargetkan tahun 2023, investasi yang masuk ke Indonesia dapat mencapai Rp 1.400 triliun. Meskipun Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memprediksi target investasi 2022 ditargetkan Rp 1.200 triliun

“Sebab itu saya titip tadi ke seluruh kementerian, kepada gubernur, kepada bupati walikota, jangan sampai ada yang mempersulit mengganggu arus modal masuk,” terang Jokowi.

Dalam acara tersebut Bank Indonesia (BI) juga merilis proyeksi ekonomi Indonesia tahun 2023. Pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 diprediksi masih berada dalam kategori cukup baik, yakni 4,5-5,3%. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 diprediksi meningkat menjadi 4,7-5,5%.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi