MPK Wilayah Sumut–Aceh Gelar Lomba Storytelling Antar Sekolah di Medan

Redaksi - Jumat, 13 Juni 2025 22:38 WIB
MPK Wilayah Sumut–Aceh Gelar Lomba Storytelling Antar Sekolah di Medan
Foto: Jurpem/MPKWSU

Pengurus Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Wilayah Sumatera Utara–Aceh menyelenggarakan lomba storytelling antar sekolah di Perguruan Kristen Immanuel Medan, Jumat (13/6/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk melatih mental peserta didik serta mengasah kemampuan dalam menyampaikan informasi secara efektif.

Storytelling sendiri dianggap sebagai metode pembelajaran paling tua dan telah lama diterapkan, termasuk dalam menyebarkan kabar baik dalam Injil.

MPK yang berdiri secara nasional sejak 5 Juni 1950, dan hadir di Sumatera Utara sejak 1 September 1970, telah melalui perjalanan panjang dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di berbagai yayasan Kristen.

Ketua MPK Wilayah Sumut–Aceh, Dr. RE Nainggolan, MM, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan Kristen sebelumnya dikenal karena kualitasnya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, banyak lembaga pendidikan Kristen mulai tertinggal.

“Berdasarkan pengamatan dan evaluasi kami, saat ini ada tiga tantangan utama yang dihadapi: yayasan pendidikan Kristen mulai tertinggal, terpuruk, dan bahkan terlupakan,” ujar mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut itu.

Menurutnya, ketiga hal tersebut menjadi perhatian serius MPK Wilayah Sumut–Aceh. Sebab, lembaga ini dibentuk untuk memperkuat posisi lembaga pendidikan Kristen agar mampu bersinergi dengan program-program pemerintah.

Acara ini turut dihadiri oleh Penasehat MPKW Pdt. Dr. Bambang Jonan, JA Ferdinandus, Prof. Dr. Robert Sibarani, Ketua Umum HBB Indonesia Lamsiang Sitompul, SH., MH., Jadi Pane, S.Pd., MM., Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Drs. Toga Habinsaran Panjaitan, perwakilan dari Bank Indonesia Sumut, dan perwakilan Dinas Pendidikan Sumut yang sekaligus membuka acara secara resmi. Ketua Panitia, Sanggam Hutagalung, SE., MM., dan sejumlah undangan lainnya juga turut hadir.

RE Nainggolan menambahkan, melalui MPK, setiap sekolah diberikan ruang untuk memperluas jaringan dan tidak lagi berada dalam kondisi yang tertinggal. MPK hadir untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengeksplorasi diri dalam konteks kekristenan.

Saat ini terdapat 24 yayasan pendidikan Kristen yang tergabung dalam MPK Wilayah Sumut–Aceh. Para peserta lomba storytelling mewakili yayasan tersebut dan telah melalui proses seleksi oleh panitia. Sebelumnya, peserta diminta mengirimkan video rekaman yang kemudian dinilai tim juri, hingga terpilih 10 peserta terbaik yang tampil dalam kegiatan ini.

Ketua Panitia, Sanggam Hutagalung, dalam laporannya menyebutkan bahwa total peserta yang mengirimkan rekaman storytelling berjumlah 54 tim dari seluruh kabupaten/kota se-Sumut. Penjurian dipimpin oleh Prof. Dr. Robert Sibarani.

“Peserta yang hadir hari ini adalah para juara. Kalian semua memiliki nilai lebih yang membuat kalian layak untuk mendapat penghargaan,” ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Dr. Bambang Jonan menegaskan bahwa storytelling merupakan metode pembelajaran paling tua, karena melibatkan empati dan emosi dalam penyampaian pesan. Ia mengutip Mazmur 19:2, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”

“Tokoh-tokoh dalam Alkitab juga menceritakan kisah tentang Allah kepada generasi muda. Bahkan Tuhan sendiri menceritakan keberadaan-Nya melalui metode bercerita,” ungkapnya.

Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan yayasan Kristen.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi