Jakarta " Natal adalah momen reflektif dan spiritual yang menggerakkan umat manusia untuk menghadirkan kasih melalui "aksi nyata" yang berdampak bagi sesama dan orang banyak, tanpa sekat dan batas.
Di tengah penderitaan Dunia yang terus berlangsung, Palestina menjadi luka kemanusiaan yang menggugah nurani kita semua. Di saat ribuan keluarga kehilangan rumah, anak-anak kehilangan orang tua, dan perdamaian terasa jauh, Panitia Natal Nasional 2025 memilih untuk tidak tinggal diam .
Sejalan dengan komitmen Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang menempatkan kemanusiaan dan perdamaian Dunia sebagai prioritas utama, perayaan ini menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian lintas batas bangsa dan agama.
Sebagai bagian dari umat percaya dan generasi muda yang terpanggil untuk melayani, Meiliana Siregar seorang penggiat sosial-kemanusiaan di gereja, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah panitia Natal Nasional 2025 dalam menyalurkan persembahan kasih bagi misi kemanusiaan di Palestina. Dan ia siap berpartisipasi pada aksi tersebut, untuk Indonesia dan Dunia.
“Ini bukan sekadar donasi, tapi kesaksian iman yang melintasi batas-batas perbedaan. Kasih itu bukan hanya diceramahkan, tetapi harus diwujudkan. Natal mengajarkan kita untuk hadir bagi yang tertindas, siapa pun dan di mana pun mereka berada,” ujar Meiliana Siregar.
Melalui semangat gotong royong, panitia akan menyalurkan: Dari Papua Hingga Mentawai.
Beasiswa 10 Miliar Bagi 1.000 Orang.
"1.000 generasi muda di 10 daerah menerima beasiswa. Masing-masing 10 juta rupiah/ Orang.
Daerah-daerah penerima beasiswa:
1. Papua = 100 Orang penerima
2. Maluku = 100 Orang penerima
3. Maluku Utara = 100 Orang penerima
4. Kalimantan Barat = 100 Orang penerima
5. Sulawesi Utara/Toraja = 100 Orang penerima
6. NTT = 100 Orang penerima
7. Toba = 100 Orang penerima
8. Sulawesi Utara/Manado = 100 Orang penerima
9. Mentawai = 100 Orang penerima
10. Nias = 100 Orang penerima
"10.000 Paket Sembako"
10 ribu keluarga merasakan kasih Natal melalui bantuan pangan. Tepat sasaran, menyentuh yang membutuhkan ( Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Toba, Mentawai, Kalimantan Barat, Toraja dan Nias)
Dan 30 Unit Ambulance bagi Daerah-daerah yang membutuhkan.
Apresiasi kepada Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, program ini tidak menggunakan dana APBN maupun sponsor BUMN. Ini murni berasal dari partisipasi masyarakat, gereja, dan individu yang percaya bahwa kasih harus diwujudkan melalui pengorbanan dan kebersamaan. Inilah bentuk partisipasi rakyat dalam Natal yang sesungguhnya tanpa pamrih dan tanpa pencitraan.
Perayaan Hari Natal Nasional 2025 akan diselenggarakan pada 5 Januari 2026 di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta dengan mengusung Spirit: "Sederhana, Berdampak, dan Bermanfaat.”
Natal Nasional tahun ini diharapkan menjadi perayaan umat yang tidak hanya bersyukur, tetapi juga memberi dan melayani. Dalam setiap lagu pujian, dalam setiap bingkisan kasih, dan dalam setiap tangan yang terulur kasih Kristus dinyatakan secara nyata.
Inilah makna natal, bukan sekadar terang lilin di altar, tapi terang kasih Kristus yang menjangkau mereka yang menderita, yang terpinggirkan, dan yang membutuhkan uluran tangan baik di tanah air maupun di Palestina.
(Meiliana Siregar),
Warga Gereja, Pecinta Damai, dan Pelayan Sosial-Kemanusiaan.