Sebuah kegiatan berskala dan bertaraf nasional diselenggarakan dan berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pengurus Pusat (PP) GMKI menyelenggarakan acara puncak dari keseluruhan rangkaian kegiatan Dies Natalis GMKI. Sebelumnya ada sejumlah kegiatan diselenggarakan yang merupakan dan sebagai bagian utuh, penting, dan strategis dari Dies Natalis. Tentu dalam rangka memperkuat dan memaknai kebangkitan dan kemajuan organisasi dahulu, kini, dan mendatang.
Gubernur Provinsi DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan sejumlah Tamu Kehormatan dan Undangan menghadiri undangan acara puncak rangkaian kegiatan Dies Natalis Ke-76 GMKI. Diselenggarakan di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) atau Student Centre (SC) - Wisma Immanuel, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Berlangsung pada hari Senin, tanggal 9 Februari 2026.
Rangkaian acara kegiatan diawali dengan Upacara Nasional dan Upacara Organisasi ; Pidato Ketua Umum (Ketum) PP GMKI Prima Surbakti ; Kata Sambutan Firman Jaya Daeli ; Kata Sambutan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Waka Baintelkam) Polri Irjen Pol. Nanang Rudi Supriatna ; Kata Sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Perayaan Dies Natalis diisi juga dengan berbagai Pementasan dan Pertunjukan sejumlah bentuk dan jenis kesenian dan kebudayaan.
Pembacaan Pembukaan AD oleh Sekretaris Umum (Sekum) atau Sekjen PP GMKI Jessica Warouw ; Dirigen Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu Mars GMKI oleh Sekfung Aksi dan Pelayanan PP GMKI Sonya Simanjuntak. Sebelumnya acara rangkaian kegiatan dimulai dengan Kebaktian, selanjutnya Laporan dan Ucapan Sapaan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Rapimnas dan Dies Natalis GMKI Weldi Gasong (Kabid Organisasi PP GMKI).
Acara rangkaian kegiatan Puncak Dies Natalis dihadiri ratusan Pimpinan dan Delegasi Cabang-Cabang dari seluruh Indonesia (Se-Indonesia). Datang hadir juga untuk mengikuti Dies Natalis, antara lain : Fungsionaris PP GMKI, Seniors dan Seniorita, Sekjen PNPS Pdt. Jeirry Sumampouw, Wakil Kapolda DIY Brigjen Pol. Eddy Djunaedi, Anggota DPRD Provinsi DIY, Asintel Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY sebagai Perwakilan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DIY, Perwakilan Walikota Yogyakarta, Rektor UK Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jateng Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., dan Sekda Provinsi Papua Christian Sohilait.
Hadir juga Pimpinan dan Pengurus PGI Wilayah DIY, Ketua dan jajaran BKS PGI GMKI Yogyakarta, Lembaga-Lembaga Keumatan, Pimpinan dan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Ekstra Kampus (Kelompok Cipayung Plus) tingkat Nasional dan Cabang (HMI, GMNI, PMKRI, PMII, IMM, dan lain-lain), Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus (Badan Eksekutif Mahasiswa/BEM dan Dewan Mahasiswa/DeMa), Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan Daerah di DIY, dan lain-lain.
Konstruksi, substansi, dan narasi para Pembicara yang menyampaikan Pemikiran dalam acara Dies Natalis pada dasarnya dalam kerangka mengukuhkan dan menumbuhkan GMKI dan Indonesia. Pidato Ketum PP GMKI Prima Surbakti dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengandung dan memiliki muatan strategis dan bobot ikhtiar tinggi - dalam - luas. Kata Sambutan "Ngarso Dalem" Sri Sultan Hamengku Buwono X bertaraf Orasi Kebangsaan yang bernas dengan berdimensi sosial dan kuktural dengan pendekatan edukasi dan demokrasi bagi Peradaban Indonesia. Demikian juga materi Pidato Ketum PP GMKI.
Firman Jaya Daeli dalam Kata Sambutan menyampaikan posisi dan fungsi historis sosiologis serta keterlibatan sepenuhnya dan sejatinya GMKI dalam ekosistem perjuangan, pergerakan, dan pertumbuhan Indonesia. Berjuang, bergerak, dan terlibat aktif dalam keseluruhan dinamika dan dialektika perjuangan dan pergerakan Keindonesian. Terutama dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Juga dalam membangun dan memajukan Indonesia Raya.
Keseluruhan Civitas Organisasi terikat dan terpanggil dengan kesadaran ideologis dan teologis yang kritis korektif dan jernih obyektif. Terutama dalam rangka menjaga dan merawat Indonesia. GMKI adalah "Republikan/Republiken". Terminologi Republikanisme GMKI mewarnai Nasionalisme dan Oikumenisme. Perspektif tersebut adalah kualitas Perjuangan dan Pergerakan serta kualitas Pengkaderan dan Pelayanan Nasionalisme. Prinsip Nasionalisme yang berkemanusiaan, berkerakyatan, berkebangsaan, berkeadilan, berkebudayaan, berbhinneka tunggal ika, berkemajemukan, berkepelbagaian, bersatu, bergotongroyong.
Juga kualitas Perjuangan dan Pergerakan serta kualitas Pengkaderan dan Pelayanan Oikumenisme yang melakukan reformasi dan transformasi. Agenda untuk mereformasi dan mentrasformasi Gereja, Masyarakat, Lembaga-Lembaga Keumatan, dan Kelembagaan Oikumenikal/Ekumenikal. Intinya adalah dalam rangka membangun dan merawat toleransi, moderasi, dan demokrasi. Prinsip Oikumenisme yang kontekstual dengan Keindonesiaan Indonesia Raya. Ada Spritualitas Iman, Kasih, dan Pengharapan serta Spritualitas Keadilan dan Perdamaian dengan perspektif Oikumenisme. Perihal Oikumenisme yang saling menguati dan memaknai dengan perihal Nasionalisme.
Penyelenggaraan acara puncak kegiatan Dies Natalis bertempat atau berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tempat dan lokasi tersebut adalah sebuah perspektif yang memiliki tarikan nafas nilai kesejarahan dan jahitan etos nilai kejuangan. CSV Op Java sebagai Cikal bakal GMKI berdiri pada tanggal 28 Desember 1932 di Kaliurang (Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta). Perspektif Keistimewaan Yogyakarta berbasis pada kesejarahan, kejuangan, kemanusiaan, kerakyatan, kebangsaan, kebudayaan, keadaban, kemajemukan.
Kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur DIY dan sebagai Sultan Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) memiliki kewibawaan dan kekuatan. Makna kewibawaan dan kekuatan strategis yang berdampak dan berpengaruh kuat dan luas. Juga memiliki energi sosial dan kultural serta daya politik dan ekonomi untuk memastikan dan membumikan Nilai-Nilai Keistimewaan Yogyakarta.
Kampus UGM beserta dengan Civitas Akademika dan Ekosistem UGM pada dasarnya memiliki posisi sebagai episentrum Pendidikan, Kebudayaan, dan Peradaban. Posisi untuk menjaga dan merawat Keismewaan Yogyakarta. Bahkan juga untuk menjaga dan merawat Indonesia. Atmosfir Provinsi DIY dan Kampus UGM sudah, sedang, senatiasa, dan semoga semakin "berbuat dan berbuah" bagi dan untuk Indonesia. Pembangunan dan Pemajuan Indonesia berbasis Keismewaan Yogyakarta. Membangun dan memajukan Indonesia dari DIY. Provinsi DIY bagi dan untuk Indonesia.
Keberadaan dan kehadiran konstruksi dan narasi Dies Natalis GMKI dan Posisi Keistimewaan Yogyakarta menjadi penting, strategis, berpengaruh, dan menentukan. Juga fungsi dan peran berarti dan bermakna Kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Keberadaan UGM diletakkan dan diperuntukkan untuk dan dalam kerangka Membangun dan Memajukan Indonesia. Posisi Dies Natalis senantiasa dan semakin kontekstual, responsif, dan relevan.
Acara rangkaian kegiatan Dies Natalis dimulai dengan kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang diawali dengan Seminar Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di kampus UKSW dan Kampus Bina Darma, di Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Pesertanya adalah seluruh Fungsionaris PP GMKI, Pimpinan dan Delegasi Cabang-Cabang Se-Indonesia. Ada sejumlah Pembicara Seminar Nasional yang datang hadir menyampaikan Pemikiran dan berdialog diskusi bersama dengan Peserta Seminar Nasional dan Rapimnas.
Pimpinan Dewan Guru Besar (DGB) UGM bertemu dan berdialog berdiskusi bersama dengan Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli. Pertemuan dialog diskusi berlangsung pada hari Senin, tanggal 9 Februari 2026, di kantor DGB UGM - kantor Pusat UGM, di kawasan Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berlangsung dalam hari dan tanggal yang sama atau beberapa jam menjelang penyelenggaraan Dies Natalis GMKI di DIY.
Pimpinan DGB UGM yakni Ketua DGB UGM Prof. Dr. Baiquni, M.A. dan Sekretaris DGB UGM Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.A. mendialogkan dan mendiskusikan sejumlah perihal strategis, visioner, dan misioner bersama dengan Firman Jaya Daeli. Utamanya dan intinya dalam kerangka Pendidikan, Kebudayaan, Peradaban, dan Indonesia Raya. Kampus UGM dan Civitas Akademika UGM tentu terpanggil dan peduli sepenuhnya dengan kebangkitan dan kemajuan Provinsi DIY dengan segenap Keistimewaan Yogyakarta.