Mamasa, Sulawesi Barat â€" Kabupaten Mamasa menjadi pusat perhatian nasional setelah sukses menjadi tuan rumah NatalNasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Perayaan besar ini dihadiri kurang lebih 1000 kader GMKI dari berbagai cabang se-Indonesia, sementara sekitar 5000 masyarakat Mamasa memenuhi area kegiatan, menjadikannya salah satu perayaan Natal terbesar yang pernah berlangsung di wilayah tersebut.
Puncak Perayaan NatalNasional berlangsung pada 29 Desember 2025. Sebelum hari puncak, GMKI juga mengadakan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk pelayanan dan kontribusi bagi masyarakat Mamasa. Program yang dilaksanakan meliputi penanaman pohon sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, sunat massal bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta pembangunan gereja yang menjadi wujud nyata kepedulian rohani dan sosial GMKI terhadap jemaat setempat.
Gairah ekonomi Mamasa turut meningkat selama penyelenggaraan kegiatan. Para pedagang makanan, penggiat UMKM, sektor penginapan hingga transportasi merasakan dampak positif dari hadirnya ribuan peserta dari luar daerah, yang membawa berkah ekonomi bagi masyarakat. Salah satu pelaku UMKM, Bu Hajar dari usaha 4 Z, menyampaikan rasa syukur atas ramainya pengunjung yang membeli produk mereka.
"Saya sangat bersyukur dan senang karena selama NatalNasional ini penjualan naik jauh dari hari biasa. Banyak rombongan mahasiswa membeli dagangan kami. Kami berharap kegiatan besar seperti ini sering dilaksanakan di Mamasa," ujar Bu Hajar.
Perayaan ini dihadiri oleh 20 Pengurus Pusat GMKI, termasuk Ketua Umum Prima Surbakti bersama Jesika Ester Waraw, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Donius Hulu, dan Sekretaris Fungsi Ekonomi Kreatif Simon Batmoli. Hadir pula Ketua Panitia NatalNasional yang juga Anggota DPRD termuda Kota Mamasa, Yehisker, bersama Wakil Bupati Mamasa, yang menyambut langsung kader dan tamu dari berbagai provinsi.
Bupati Mamasa Wellem Sambolangi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Mamasa sebagai lokasi pelaksanaan NatalNasional GMKI.
"Kami bangga dipercaya sebagai tuan rumah. Ribuan tamu yang hadir memberi warna bagi Mamasa, bukan hanya secara rohani tetapi juga bagi ekonomi kerakyatan. UMKM kita ikut tersenyum, pasar hidup, warung dan penginapan penuh. Ini bentuk berkat melalui perayaan Natal," ujar Wellem Sambolangi.
Beliau juga berharap kehadiran GMKI membawa energi baru bagi pembangunan daerah.
"Kiranya kebersamaan ini memperkuat relasi daerah dan mahasiswa Kristen sebagai mitra strategis pembangunan. Pemerintah Mamasa terbuka untuk kerja sama di bidang pemberdayaan pemuda dan UMKM ke depan," tambahnya.
Lonjakan penjualan UMKM menjadi sorotan. Bu Hajar pemilik UMKM 4 Z mengaku bersyukur penjualan meningkat drastis. Mbak Ema menyebut biasanya hanya memperoleh 100 ribu per hari, namun selama perayaan, dalam tiga jam omzetnya sudah 500 ribu dan berpotensi menembus satu juta. Sementara Mbak Indih yang biasanya mendapat 20â€"50 ribu per hari, pada pagi hari acara sudah mencapai 300 ribu.
Perayaan NatalNasional GMKI di Mamasa bukan hanya menjadi momentum ibadah dan silaturahmi kader lintas daerah, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mamasa menunjukkan kapasitasnya menyelenggarakan event berskala nasional sekaligus memberi ruang bagi UMKM untuk bertumbuh dan dikenal lebih luas.