DPM Unram Tuntut Transparansi dan Meritokrasi penerimaan Dosen Kontrak dan BLU di Unram: Tolak Dugaan Titipan Gubernur/Bupati

Redaksi - Jumat, 21 Agustus 2026 21:22 WIB
DPM Unram Tuntut Transparansi dan Meritokrasi penerimaan Dosen Kontrak dan BLU di Unram: Tolak Dugaan Titipan Gubernur/Bupati

jurnalpemerintahan.com -MATARAM â€" Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Mataram (DPM Unram) bersama gelombang elemen mahasiswa menyampaikan sikap kritis dan penolakan keras terhadap tata kelola seleksi penerimaan dosen di lingkungan Universitas Mataram, baik formasi Dosen Kontrak maupun Dosen Badan Layanan Umum (BLU).

Mahasiswa menilai adanya dugaan proses penerimaan dosen saat ini berlangsung secara tertutup, sarat kejanggalan, dan mengabaikan asas meritokrasi di lingkungan Unram.

Situasi kian meruncing menyusul mencuatnya dugaan intervensi politik dan titipan kekuasaan dari Kepala Daerah tertentu, hingga keberadaan relasi internal ("orang dalam") yang disinyalir mengamankan posisi tim sukses salah seorang kepala daerah di NTB sebagai tenaga pengajar di Universitas Mataram. Jangan sampai publik menilai jadi dosen di Unram cukup jadi tim sukses kelak pasti akan jadi dosen di Unram.

Sebagai representasi suara mahasiswa dan penjaga integritas kampus, DPM Unram bersama seluruh aliansi mahasiswa menegaskan bahwa Universitas Mataram tidak boleh dijadikan wadah transaksi kepentingan politik praktis maupun oligarki kampus.

Tuntutan Utama Mahasiswa dan DPM Universitas Mataram:

Bongkar Dugaan Titipan di Unram: Mendesak Rektorat dan Satuan Pengawas Internal (SPI) segera mengusut tuntas dugaan lolosnya tenaga pengajar titipan Kepala Daerah di FHISIP Unram dengan cara transparan kepada mahasiswa.

Tegakkan Meritokrasi Tanpa Kompromi: Mengembalikan marwah seleksi dosen BLU dan Kontrak pada standar kompetensi akademik murni, rekam jejak riset, dan kualifikasi pedagogik, bukan berdasarkan kedekatan personal atau intervensi kekuasaan.

"Universitas Mataram adalah kawah candradimuka peradaban, bukan ruang kompromi politik atau bagi-bagi kursi titipan. Mahasiswa menuntut dosen-dosen yang hadir di ruang kelas lahir dari proses yang adil, jujur, dan berintegritas tinggi. Apabila pintu masuk akademisi telah dicemari oleh ketertutupan dan intervensi kekuasaan dan dipolitisasi maka kualitas pendidikan di Unram sedang dihancurkan secara sadar dari dalam."

DPM Unram bersama elemen mahasiswa menegaskan akan terus mengawal persoalan ini secara tuntas, kami akan berdialog dengan Pak Rektor untuk menuntut agar Unram tidak menjadi penampungan tim sukses Gubernur/Bupati.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi