Dosen Prodi Teknik Mesin Nommensen Kompak Semengati Dr. Enzo Wiranata Battra Siahaan, MT Pertahankan Disertasinya di USU

Redaksi - Jumat, 03 Juli 2026 10:29 WIB
Dosen Prodi Teknik Mesin Nommensen Kompak Semengati Dr. Enzo Wiranata Battra Siahaan, MT Pertahankan Disertasinya di USU
Jonson Rgg
Dosen Prodi Teknik Nommensen Medan Kompak menyemangati Dr. Enzo Siahaan, MT saat mempertahankan Disertasinya baru baru ini di USU Medan
Para dosen Teknik Mesin menunjukkan kekompakan dengan memberikan semangat kepada rekan sejawat mereka, Dr. Enzo Siahaan, ST, MT, saat mempertahankan disertasi doktoralnya baru-baru ini di Program Studi Teknik Mesin, Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU). Peningkatan mutu sumber daya manusia dosen terus dilakukan, salah satunya melalui keberhasilan Dr. Enzo Wirana Batra Siahaan, ST, MT, dosen tetap Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Medan, dalam mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji, yaitu Prof. Dr. Ir. Tulus Sitorus, MT (Promotor), Prof. Dr. Ir. Himsar Ambarita, ST, M.Eng (Co-Promotor), Dr. Eng. Ir. Taufiq Bin Nur, ST, M.Eng.Sc., Prof. Dr. Ilmi Abdullah, MSc (penguji luar), Prof. Ir. Janter Simajuntak, ST, MT, PhD, serta Prof. Dr. Ir. Akhyar, ST, MT, M.Eng.

Dalam paparannya, Enzo Siahaan menegaskan bahwa penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan aditif metanol terhadap karakteristik bahan bakar, proses pembakaran, unjuk kerja, dan emisi gas buang mesin Otto stasioner tanpa beban yang menggunakan minyak pirolisis limbah plastik (PPO) sebagai bahan bakar.

Enzo menjelaskan bahwa minyak pirolisis dicampur dengan metanol pada konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15% (v/v), kemudian diuji pada putaran 1.500â€"4.000 rpm. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa penambahan metanol menurunkan densitas bahan bakar dari 0,786 kg/m³ menjadi 0,666 kg/m³ dan viskositas kinematik dari 0,879 cP menjadi 0,745 cP, serta meningkatkan nilai oktan dari RON 71,6 menjadi 85,2. Dari sisi pembakaran, campuran metanol 5â€"10% menghasilkan peningkatan tekanan silinder maksimum sebesar 8â€"15% dan kerja indikatif sebesar 5â€"12% dibandingkan PPO murni.

Di akhir paparannya, Enzo Siahaan menyampaikan bahwa terjadi pergeseran tekanan puncak yang mendekati titik mati atas serta penurunan durasi pembakaran hingga sekitar 10%. Koefisien variasi IMEP menurun dari 6,2% menjadi 3,8%, yang menandakan peningkatan kestabilan pembakaran. Namun, pada kadar metanol 15%, tekanan puncak hanya meningkat sekitar 3â€"5% akibat efek pendinginan dari panas laten penguapan metanol. Dari sisi emisi, penambahan metanol menurunkan emisi CO dari 2,8% menjadi 1,6% dan HC dari 420 ppm menjadi 260 ppm, sementara emisi COâ‚‚ meningkat dari 11,2% menjadi 13,5% dan rasio udara-bahan bakar (λ) mendekati 1,0, yang menunjukkan pembakaran lebih sempurna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio metanol 5â€"10% merupakan kondisi paling optimal untuk meningkatkan kinerja pembakaran, stabilitas mesin, dan kualitas emisi pada mesin Otto stasioner berbahan bakar minyak pirolisis limbah plastik.

Dalam sidang terbuka tersebut turut hadir Wakil Dekan II Fakultas Teknik, Dr. Ir. Parulian Siagian, ST, MT, Siwan Peranginangin, ST, MT, Wilson Nababan, ST, MT, serta para dosen dan tamu undangan lainnya.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi