Bupati Taput: Ulos Harus Menjadi Identitas dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

Redaksi - Jumat, 17 Oktober 2025 15:38 WIB
Bupati Taput: Ulos Harus Menjadi Identitas dan Penggerak Ekonomi Masyarakat
Foto: Jurpem/Dokumentasi PPR

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Festival Ulos dan Fashion Taput 2025 dengan tema “Mewujudkan Tapanuli Utara Menjadi Sentra Ulos Nasional”, bertepatan dengan perayaan Hari Ulos Nasional, di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, depan Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung, Jumat (17/10/2025).

Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, didampingi Ketua Dekranasda Taput Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat. Tampak hadir mantan Bupati Taput sekaligus Penasehat ASEPHI R.E. Nainggolan bersama istri, unsur Forkopimda, Rektor IAKN Tarutung Prof. Dr. Albiner Siagian, tokoh adat, para penenun, pelaku UMKM, dan masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Bupati Jonius menegaskan bahwa ulos harus dilihat bukan semata sebagai kain adat, tetapi sebagai identitas budaya dan penggerak ekonomi masyarakat Batak.

“Ulos bukan hanya simbol adat, tetapi juga sandang dan jati diri orang Batak. Melalui festival ini, kita ingin mengangkat kembali kebanggaan terhadap ulos gedogan"bukan hasil mesin"sekaligus menjadikannya sumber kesejahteraan masyarakat. Dengan lebih dari 6.500 penenun di Taput, potensi ini sangat besar untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Bupati juga menggagas pembentukan koperasi ulos Taput guna mempermudah penenun mendapatkan bahan baku dengan harga wajar serta menjaga stabilitas harga jual ulos di pasaran.

“Kita ingin sistem ekonomi yang berpihak kepada penenun. Koperasi akan menjadi wadah agar nilai ekonomi ulos benar-benar kembali ke para pengrajin. Kita juga akan menetapkan ‘Hari Kamis Hari Berbudaya’ " ASN dan siswa akan mengenakan busana berbasis ulos, khususnya ulos gedogan, sebagai bentuk kebanggaan dan dukungan nyata,” tambahnya.

Saat memberikan sambutan, RE Nainggolan yang juga Bupati Tapanuli Utara 1999--2004 menyampaikan apresiasi atas kesungguhan Pemkab Taput menghidupkan kembali pesona ulos. "Secara khusus, kita harus memberi penghargaan kepada Ibu Ketua Dekranasda, yang sungguh bisa menjadi seorang guru, pembimbing yang luar biasa, dengan dedikasi luar biasa," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Rangkaian festival diisi dengan lomba tenun sadum sirat, fashion show, styling ulos, talkshow budaya, lomba mewarnai, dan hall of inspiration yang menampilkan sejarah serta filosofi ulos. Pada malam puncak, pengunjung akan dihibur oleh penampilan artis Tongam Sirait.

Ketua Dekranasda Taput, Ny. Neny Angelina Boru Purba, berharap perayaan Hari Ulos ini dapat menjadi agenda tahunan di Taput.

Tapanuli Utara memiliki ribuan penenun yang mewarisi keahlian luar biasa. Melalui festival ini, kita ingin mengubah air mata para penenun menjadi mata air kebahagiaan bagi Taput,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Bank Indonesia dan Bank Sumut Cabang Tarutung melalui program Dame Ulos dan Simata Creative, menjadi ajang kolaborasi antara penenun, desainer, akademisi, pelaku UMKM, serta sektor swasta untuk memperkuat inovasi wastra berbasis budaya lokal.


Penulis
: Hendra Siregar
Editor
: Redaksi