Bertemu Direksi PT KIM Bahas PON, Sabam Manalu: Tidak Ada Prestasi tanpa Pembinaan

Redaksi - Selasa, 11 April 2023 14:28 WIB
Bertemu Direksi PT KIM Bahas PON, Sabam Manalu: Tidak Ada Prestasi tanpa Pembinaan
Foto: Dokumen Pertina Sumut
Direktur Operasional PT KIM Hita Tunggal didampingi Baringin Simanjuntak saat menerima Ketua Pertina Sumut Sabam Parulian P. Manalu, Wakapaldam I/BB dan rombongan di Ruang Sibolga Kantor Direksi PT KIM, Selasa (11/4/2023)

Sesuai agenda, pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 akan dielenggarakan triwulan ketiga tahun mendatang. Pengurus Provinsi Pertina Sumut yang diberi target 10 medali emas dari 20 nomor kejuaraan, terus melakukan pembinaan dan pelatihan secara terpusat kepada atlet pelatda PON Sumut. Dukungan dunia usaha, khususnya di sekitar Pusdiklat Pertina Sumut yang beralamat di Jl Tangguk Bahagia I Griya Martubung, tepatnya usaha yang berkegiatan di PT. KIM Persero sangat dibutuhkan.

“Sebagai pengurus cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON dengan target medali emas yang tidak sedikit, kami optimis bisa memperolehnya. Tapi ada syaratnya, pembinaan harus berlanjut. Hingga saat ini, atlet pelatda kita latih secara terus menerus di Pusdiklat,” ujar Ketua Pengprov Pertina Sumut Sabam Parulian Parsaoran Manalu, SE,MAP didampingi Direktur Eksekutif Pertina Sumut Adol F. Rumaijuk,STP.,MMA dan Pengurus Komidam I/BB usai bertemu dengan Direktur Operasional PT KIM Hita Tunggal di Kantor Direksi PT KIM, Selasa (11/4/2024).

Dikatakan Sabam, sebelumnya pihaknya telah menggelar acara silaturahmi dengan pengusaha-pengusaha di kawasan KIM sesuai dengan hasil koordinasi dengan Direksi PT KIM. “Kita undang mereka, dan acara kita laksanakan di Pusdiklat Pertina Sumut dihadiri Pangdam I/BB, Gubernur Sumut bahkan Ketua Umum PP Pertina juga hadir. Acara berjalan dengan baik, walau kehadiran pengusaha di KIM sangat minim sesuai dengan undangan yang kita sebarkan,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, pembinaan Cabang Olahraga Tinju Sumut menuju PON XXI, Komidam I/BB yang diketuai Panglima Kodam I/BB menghunjuk Paldam I/BB sebagai penanggungjawab Tinju.

Dengan nada kecewa, Sabam menyampaikan bahwa sangat memprihatinkan ketika dunia usaha di lingkungan PT KIM terkesan tutup mata dengan program pembinaan olahraga di Sumut. “Kita kan tuan rumah, bagaimana Pemerintah menyiapkan venue di Sumut dengan susah payah namun jadi panggung bagi daerah lain, kita tidak mau. Kita harus berprestasi. Caranya, ya kita harus lakukan pembinaan, tidak bisa bim salabim,” ujarnya sembari menjelaskan bahwa program pembinaan dari pemerintah daerah melalui KONI sangat terbatas sehingga perlu ditopang oleh unsur-unsur lain khususnya dunia usaha yang bergerak dan beroperasi di Sumatera Utara termasuk PT KIM.

Tokoh pergerakan Buruh Sumatera Utara ini pun pesimis dengan sikap dunia usaha di kawasan milik BUMN tersebut. Untuk itu, dikatakannya dengan tegas, melalui Direksi PT KIM diharapkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut lebih membuka ruang bagi pembinana olahraga di Sumut. “Kita memikirkan prestasi olahraga Sumut. Bagaimana mereka bisa mengabaikan ini. Pangdam I/BB saja memberi perhatian yang sangat serius, sama halnya dengan Gubernur?” kata Sabam.

Sabam menekankan, bahwa pihaknya tidak dalam niat membebani perusahaan-perusahaan yang telah diundang. Namun lebih kepada berkolaborasi untuk membangun dunia olahraga di Sumut. Khususnya dalam perhelatan PON XXI yang notabene tuan rumahnya adalah Sumut dan Aceh. “Belum tentu puluhan tahun kedepan Sumut terpilih sebagai tuan rumah PON, ini adalah kesempatan emas. Kalaupun kami harus melakukannya dengan terkesan begitu optimis, karena inilah impian para atlet kita,” ujarnya.

Sebelumnya dalam pertemuan di Ruang Sibolga Kantor Direksi PT. KIM, Hita Tunggal yang didampingi Manager Marketing dan Pengembangan Baringin Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program pembinaan bagi atlet PON di Sumut. Khususnya olahraga tinju yang Pusdiklatnya terletak di sekitar kawasan PT KIM. “Demikian pun, kami tetap mendukung pembinaan atlet. Tapi kami sangat terbatas, semua harus melalui penganggaran dan perencanaan,” ujarnya.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi