Kepuasan dan rasa bangga benar-benar tergambar dalam unggahan Luhut Binsar Pandjaitan di halaman resmi Facebook-nya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu menyebut suksesnya event internasional itu sebagai pembuktian bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Batak di kawasan Danau Toba.
“Ajang Kopiko F1 Powerboat juga menjadi pembuktian kami sebagai orang Batak. Banyak orang beranggapan bahwa orang Batak susah diatur. Saya tidak membantah anggapan tersebut. Karena itu saat persiapan menjadi tuan rumah beberapa bulan sebelumnya, saya tantang Bupati Toba untuk mempercantik daerahnya dengan melibatkan masyarakat untuk ikut serta,” tulisnya sesaat setelah penutupan gelaran spektakuler itu.
Purnawirawan Jenderal Bintang Empat itu mengawali tulisan tersebut soal pengakuan Nicolo Di San Germano, founder F1 Powerboat di depan seluruh awak media pada sesi jumpa pers, sehari sebelum race dimulai. Nicolo mengatakan, bila kejuaraan ini memberikan “award” untuk para pemenang kompetisi, maka seharusnya ada juga “award” yang diberikan untuk “juara utamanya”, yaitu tim penyelenggara. Luhut mengungkapkan keyakinannya, bahwa ucapan Nicolo itu bukan basa basi belaka, karena dirinya sendiri juga melihat bagaimana perubahan Danau Toba hanya dalam 6 bulan. Nicolo datang meninjau enam bulan yang lalu, dalam kunjungan pertamanya saat itu, dan saat ini Danau Toba, khususnya kawasan sekitat perlombaan menjadi begitu berbeda.
LBP menyadari betul bahwa sebagai tuan Rumah F1 Powerboat, Danau Toba akan menjadi fokus pandangan dan perbincangan dunia internasional. Tidak kurang dari 180 juta pasang mata akan menyaksikan ajang ini melalui berbagai media. “Potensi inilah yang mendorong kami untuk terus memperbaiki aksesibilitas, amenitas, dan atraksi sehingga Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas Indonesia bisa menjadi salah satu tujuan pariwisata favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara,” tulisnya.
Dengan lugas Luhut juga mengakui bahwa tantangan yang diberikan kepada Bupati Toba bisa dijawab dengan sangat baik. Suksesnya gelaran itu juga menunjukkan bahwa masyarakat Toba bisa kompak, teratur, dan kreatif mempercantik daerah tempat tinggal mereka. “Inilah buah manis dari kerja sama tim yang solid antara pemerintah dan warga masyarakat. Saya berani berkata kalau event sebesar apapun siap kita selenggarakan jika kita punya kerja tim yang bagus.” tegasnya.
Tokoh nasional yang dikenal luas punya komitmen luar biasa untuk memajukan kawasan Danau Toba itu tidak lupa menyampaikan aasa terima kasih dan apresiasi sampaikan kepada seluruh elemen penyelenggara yang telah mensukseskan ajang Kopiko F1 Powerboat Danau Toba 2023 ini, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat. “Saya berharap penyelenggaran yang telah dimulai sejak Kamis hingga selesainya acara dapat menjadi transformasi positif bagi Danau Toba sehingga para wisatawan mau datang kembali, dengan begitu kita mendapatkan multiplier effect berupa pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Toba, tetapi juga Sumatera Utara dan Indonesia,” ungkapnya.
Harus Kompak
Pada kesempatan lain melalui pesan WhatsApp, Luhut mengakui masih banyak yang perlu dibenahi bersama-sama. "Yang jelas, teman-teman yang bekerja keras dan kompak luar biasa, sudah menunjukkan hasilnya dalam 5 bulan, seperti sama-sama bisa kita lihat kemarin. "Mereka juga mengakui jauh lebih mudah mengatur penyelenggaraan di Danau Toba dibandingkan dengan tempat lain. Saya bangga melihat masyarakat kita semua bisa membersihkan tempat masing-masing," katanya.
Dia juga berharap event itu akan berlanjut terus. "Tadi saya dengan Bapak Presiden di Tarakan, kita laporkan juga Jumat ini panitia akan evaluasi semuanya dan menyusun kalender acara semacam ini di Danau Toba. Perhatian saya, UMKM harus ditata lagi, home stay, pemberitaan dan sosialisasi, proses pengolahan sampah, dan banyak lagi. Bupati (Toba) sudah bekerja keras dan bantuan dari berbagai pihak yang luar biasa."
Dikatakannya, seluruh team F1 Powerboat siap melaksanakan race setiap tahun di Toba, demikian pula jet ski pada bulan Oktober ini. "Ada dua pengusaha yang segera membangun hotel di Sibisa dan Balige untuk bintang 5. "Ayo kita benahi Toba kampung kita. Yang pasti, kita harus kompak juga," imbaunya.