RE Nainggolan Apresiasi Respons Cepat Wali Kota Medan

Segera Akan Perbaiki Replika Rumah Adat yang Terbakar
Redaksi - Minggu, 28 Juni 2026 13:48 WIB
RE Nainggolan Apresiasi Respons Cepat Wali Kota Medan
Diskominfo Kota Medan
Wali Kota Medan saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Jumat (26/62026).

jurnalpemerintahan.com -

MEDAN

Tokoh masyarakat Sumatera Utara Dr. RE Nainggolan, MM, menyampaikan apresiasi atas sikap responsif Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang segera mengambil langkah memperbaiki replika Rumah Adat Batak yang terbakar di kawasan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Jalan Sisingamangaraja, Medan.

Menurut RE Nainggolan, perhatian dan keputusan cepat Wali Kota Medan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian nilai sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Kota Medan dan Sumatera Utara.

“Langkah Wali Kota Medan yang langsung turun melihat kondisi lokasi dan menyatakan akan segera melakukan perbaikan patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan memiliki kepedulian terhadap simbol budaya yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat,” ujar RE Nainggolan, Minggu (28/6/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara periode 2008"2010 itu mengatakan, replika Rumah Adat Batak di kawasan Monumen Sisingamangaraja XII bukan sekadar bangunan fisik, tetapi memiliki makna simbolik sebagai representasi budaya Batak yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah masyarakat Sumatera Utara.

“Rumah adat bukan hanya soal bentuk bangunan, tetapi mengandung nilai-nilai luhur, filosofi kehidupan, dan kearifan lokal. Apalagi lokasinya berada satu kawasan dengan monumen pahlawan nasional Raja Sisingamangaraja XII yang memiliki nilai sejarah besar,” katanya.

RE Nainggolan yang pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara periode 1999"2004 ini berharap proses rehabilitasi dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai autentik dan karakter budaya rumah adat Batak.

“Harapan kita, perbaikannya nanti tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga bisa menjadi momentum untuk memperkuat kawasan tersebut sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga berbagai peninggalan budaya yang ada di Sumatera Utara.

“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Budaya adalah warisan yang harus kita rawat agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi mendatang,” kata Ketua Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Wilayah Sumut dan Aceh tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Rico Waas meninjau langsung lokasi kebakaran replika Rumah Adat Batak di kawasan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Jumat (26/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas memastikan Pemerintah Kota Medan akan segera melakukan perbaikan terhadap bangunan yang merupakan aset Pemko Medan tersebut.

Rico menyebut keberadaan replika Rumah Adat Batak dan Monumen Raja Sisingamangaraja XII merupakan bagian dari simbol kebudayaan Kota Medan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Kebakaran sebelumnya menghanguskan sebagian besar bangunan, terutama bagian atap yang terbuat dari ijuk pohon aren. Material yang mudah terbakar membuat api cepat merambat hingga merusak bagian konstruksi kayu bangunan.

Penulis
: Toga Nainggolan
Editor
: Redaksi