Guru besar Fakultas Pertanian UHN Medan Prof. Dr. Ir. Ferisman Tindaon, MS jadi salah satu pemakalah di Konferensi internasional yang diselenggerakan oleh Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan Universitas Syah Kuala bekerjasama dengan DAAD Jerman dengan tema “Transformasi Bioteknologi dan Pertanian Berkelanjutan” di Hotel Hermes Place Banda Aceh dan menghadirkan beberapa pakar Global yang berkompeten di bidangngya serta diikuti oleh banyak Guru besar dari berbagai PTN ternama seperti IPB dan lainnya.
Adapun pakar yang hadir sebagai pembicara utama adalah Dr. Guido Scheniders Director of the DAAD Regional Office Jakarta, dan Prof. Dr. Iskandar Z SiregarProfessor Silviculture, Forestry & Environment IPB Universit. Guru besar UHN Medan Prof. Ferisman Tindaon sangat bangga bisa berkontribusi dalam konferensi internasional ini, dan saya sangat mengharapkan ini jadi akan momentum yang sangat tepat dan bisa berkontribusi terhadap transformasi bioteknologi dan pertanian berkelanjutan, tegas Prof. Ferisman lagi.
Adapun paper yang dibawakan oleh Prof. Ferisman Tindaon adalah “Environmental Safety of Nitrogen Stabilizers: Methodological Approaches and Ecological Safeguards”. Dalam paparannya Prof Ferisman meengaskan bahwa Inhibitor agrokimia yang menargetkan jalur urease, nitrifikasi, dan denitrifikasi banyak digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen (NUE) dan memitigasi kerusakan lingkungan akibat penggunaan pupuk. Namun, mekanisme penekanan biologisnya menimbulkan risiko yang belum terukur terhadap ekosistem tanah non-target. Tinjauan sistematis ini mensintesis literatur dari tahun 2010 hingga 2025 yang bersumber dari Web of Science, Scopus, dan Google Scholar, dengan menggunakan perangkat pemetaan bibliometrik (VOSviewer, Harzing’s Publish or Perish) untuk memprioritaskan meta-analisis berskala lapangan dan data metagenomik mikroba, tambhaj Prof. Ferisman.
Prof. Ferisman menegaskan lagi bahwa Bukti yang ada mengungkap kerentanan ekologis laten yang kritis, terutama fenomena "pertukaran polusi" (pollution swapping) di mana penghambatan satu jalur kehilangan nitrogen justru mempercepat jalur lainnya. Selain itu, data menunjukkan adanya pergeseran komunitas yang merugikan pada taksa mikroba non-target serta risiko bioakumulasi bahan kimia. Mengevaluasi inhibitor hanya berdasarkan efikasi agronomis jangka pendek tidaklah memadai dari sisi lingkungan. Kerangka evaluasi bertingkat sangat diperlukan untuk menyelaraskan produktivitas tanaman jangka pendek dengan ketahanan mikroba tanah dan keberlanjutan ekosistem jangka panjang, Tegas Prof. Ferisman lagi.
Sebagaimana yang diketahui bersama Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK) akan menyelenggarakan Lokakarya Internasional DAAD tahun 2026 pada tanggal 12�"13 Agustus 2026, dengan tema "Transformasi Bioteknologi dan Pertanian: Menjembatani Keanekaragaman Hayati dan Inovasi Digital demi Keberlanjutan Alam." Acara ini akan menjadi wadah kolaborasi internasional untuk memperkuat sinergi antara akademisi, peneliti, pemerintah, organisasi internasional, dan praktisi dalam mendorong transformasi sektor bioteknologi dan pertanian menuju pembangunan berkelanjutan.
Lokakarya internasional ini didanai oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst atau Layanan Pertukaran Akademik Jerman) Indonesia. PR-ITP menyelenggarakan acara ini bekerja sama dengan Asosiasi Alumni Jerman (PAJ) Aceh dan Pusat Riset Pengembangan Pedesaan dan Pertanian Berkelanjutan (PR-P3B) Universitas Syiah Kuala. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat jaringan penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian dan bioteknologi.
Acara ini akan berlangsung selama dua hari. Hari pertama, 12 Agustus 2026, akan dilaksanakan di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, dengan menghadirkan pembicara dari berbagai institusi nasional maupun internasional. Sementara itu, pada 13 Agustus 2026, para peserta akan mengikuti kunjungan lapangan ke Pulau Sabang, yang berfokus pada kegiatan pengabdian masyarakat dan pembelajaran lapangan mengenai pertanian berkelanjutan, keanekaragaman hayati laut, dan bioekonomi.
Selain itu, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara utama terkemuka dari berbagai negara, yaitu Prof. Iskandar Z. Siregar (IPB University, Indonesia), Prof. Renezita Sales Come, PhD (Visayas State University, Filipina), Asfri Winaldi Rangkuti, M.Sc. (Kantor Regional FAO untuk Asia dan Pasifik, Thailand), dan Dr. rer. nat. Shahril Anuar Bahari (MUTQAN, Malaysia). Para pembicara akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari pemanfaatan bioteknologi, konservasi keanekaragaman hayati, transformasi digital di sektor pertanian, hingga inovasi bioekonomi sebagai solusi atas tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.
Kepala PR-ITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU, menyatakan bahwa lokakarya ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperluas kerja sama penelitian internasional serta menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia maupun dunia. Lokakarya Internasional DAAD 2026 diharapkan menjadi wadah bagi diskusi ilmiah yang produktif sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional dalam menciptakan solusi inovatif demi masa depan pertanian yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.