Raih Penghargaan Tokoh Oikumene Paling Berpengaruh dari PEWARNA, Jadi Pane, SPd, MM Tegaskan Pdt. R. Bambang Jonan Tokoh Kita

Redaksi - Rabu, 02 Agustus 2023 13:56 WIB
Raih Penghargaan Tokoh Oikumene Paling Berpengaruh dari PEWARNA, Jadi Pane, SPd, MM Tegaskan Pdt. R. Bambang Jonan Tokoh Kita
Jonson Rgg
Pdt. R. Bambang Jonan diabadikan setelah menerima plakat tokoh paling berpengaruh dalam bidang gerekan oikumene dari panitia PEWARNA Indonesia baru baru ini

Meraih penghargaan sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh dan bergerak dalam bidang oikumene Pdt. R. Bambang R. Jonan tahun 2023 versi Persatuan Wartawan (PEWARNA) Indonesia mendapat apresiasi yang tinggi dari salah satu aktivis sosial dan politik yang juga senior GMKI Sumatera Utara Jadi Pane, SPd, MM. Kita sangat bangga memiliki tokoh sekelas Pdt. R. Bambang Jonan yang tak kenal lelah dalam mmeperjuangkan gerakan oekumene di Sumatera Utara serta berjuang untuk kesetaraan, tegas Jadi Pane lagi.

Sebagai salah satu aktivisi dan juga salah satu orang pergerakan masa mudanya Jadi Pane, SPd, MM menambahkan gerekan oikumene adalah hal yang harus kita dorong seperti yang dilakukan oleh Pdt. R. Bambang Jonan yang memberikan hati, waktu dan pikirannya untuk gerakan oikumene di Sumatera Utara agar semua punya pemahaman yang sama mengenai pentingnya gerakan oikumene ini, tegas Jadi Pane.

Secara gamblang Jadi Pane menegaskan bahwa Secara etimologis, kata Oikumene atau Ecumene berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni oikos yang bermakna “rumah” serta monos yang artinya “satu”. Istilah ini disederhanakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi satu rumah. Lebih jauh lagi, Oikumene diartikan sebagai gerakan “satu rumah”, menyiratkan bahwa seluruh umat kristiani di berbagai belahan dunia sejatinya hidup berdampingan dalam satu rumah yang sama, yaitu rumah Tuhan, tambah Jadi Pane lagi.

Jadi Pane yang sangat paham dengan gerakan oikumene ini mengatakan lagi bahwa Salah satu insiden perpecahan gereja yang menjadi cikal-bakal terbentuknya gerakan Oikumene terjadi pada tahun 325 M. Saat itu, pengikut Arius dinyatakan sesat oleh konsili Nicea I sehingga banyak pengikutnya yang dikejar-kejar dan dibunuh secara massal. Peristiwa serupa kembali terjadi beberapa abad kemudian, tepatnya di tahun 1054. Pengakuan iman Nicea memecah gereja Katolik Roma dengan gereja Ortodoks Timur dan menimbulkan pertikaian sengit di antara dua kubu yang berseteru. Dengan banyaknya perpecahan yang terjadi, gereja-gereja di seluruh dunia melakukan perundingan untuk menyatukan semua persekutuan gereja bagi umat kristiani. Perundingan ini didasarkan pada doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17: 20-2, tegas Jadi Pane lagi.

Kembali Jadi Pane menegaskan apa yang diraih oleh Pdt. R. Bambang Jonan dari PEWARTA ini adalah sebuah motivasi bagi kita semua bahwa panggilan kita dengan Pdt. R. Bambang Jonan adalah sama, yaitu mendorong gerakan oikumene di Sumatera Utara. Bahkan Jadi Pane mengatakan Oikumene merupakan gerakan yang bercita-cita untuk mempersatukan gereja-gereja Kristen di dunia. Dengan kesatuan gereja sebagai visi utamanya, gerakan Oikumene berharap dapat menciptakan gereja Kristen esa yang seluruh anggotanya tertuju pada satu arah dan tujuan yang sama, yakni iman dan kepercayaan terhadap Tuhan.

Jadi Pane mengatakan saat visi ini berhasil dicapai, umat kristiani di seluruh dunia akan memiliki kekuatan lebih besar untuk bisa menjalankan fungsi gereja sepenuhnya yang terdiri dari koinonia (persekutuan), diakonia (pelayanan kasih), dan marturia (kesaksian). Persatuan umat yang kokoh juga dianggap sebagai salah satu bentuk pengabdian tertinggi kepada Tuhan karena sesuai dengan doa Yesus Kristus yang tertuang dalam Yohanes ayat 20-21 harap Jadi Pane lagi.

Sekalgi lagi, Jadi Pane mengatakan bahwa gerakan oikumene yang dilakukan oleh Pdt. R. Bambang Jonan adalah sebuah gerakan yang patut kita dukung. Pemberian penghargaan Gereakan Oikumene dan tokoh yang paling berpengaruh menggerakan gerakan oikumene ini adalah bukti bahwa Pdt. R. Bambang Jonan adalah tokoh kita, tegas Jadi Pane lagi.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi