Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut-NAD memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 yang berlangsung di Perguruan Kristen Immanuel, Medan, Senin (1/9/2025).
Puncak peringatan HUT ke-55 MPKW Sumut-NAD ini diisi dengan ibadah danpengucapan syukur; final lomba paduan suara tingkat SD, SMP dan SMA se-Sumut; serta bazar UMKM.
MPK yang merupakan singkatan dari Majelis Pendidikan Kristen, adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 1950 oleh tokoh-tokoh dari Dewan Gereja-Gereja di Indonesia (DGI), kini PGI.
MPK bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan Kristen di Indonesia melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah Kristen, perguruan tinggi, dan organisasi lain. Sementara Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) adalah unit di tingkat daerah yang bertugas mengimplementasikan program dan visi MPK di wilayahnya masing-masing, seperti MPKW Sumut-NAD.
Hadir dalam puncak peringatan HUT ke-55 MPKW Sumut-NAD ini Ketua MPKW Sumut-NAD, Dr RE Nainggolan MM beserta jajaran pengurus; Ketua Dewan Pembina Pdt R Bambang Jonan; Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, Anggota DPRD Sumut yang juga Dosen FEB Universitas HKBP Nomensen dan Ketua Perhimpunan Orang Tua Murid Perguruan Kristen Immanuel Medan, Timbul Sinaga; perwakilan Kapolda Sumut dan Wali Kota Medan; Kepala BPSDM Sumut, Dr Agustinus S SiT, MT, dan Perhimpunan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Sumut.
Kemudian mantan Kadis Pertambangan dan ESDM Sumut, Washington Tambunan; mantan Kepala Badan Kesbang Pol Linmas Drs Bukit Tambunan; mantan Kepala BPSDM Sumut Ir Bonar Sirait; mantan Asisten Pemerintahan Dr Edward Simanjuntak, mantan anggota DPRD Sumut, John Eron Lumban Gaol, dan undangan lainnya.

Ketua MPKW Sumut-NAD, Dr RE Nainggolan MM, dalam sambutannya mengajak lembaga-lembaga pendidikan Kristen di Sumatera Utara (Sumut), mulai dari TK-SD-SMP-SMA hingga perguruan tinggi untuk bekerjasama meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab saat ini kualitas pendidikan lembaga pendidikan Kristen di Sumut dan Indonesia umumnya tertinggal jauh jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya.
Kondisi ini berbanding terbalik jika dibandingkan dengan masa puluhan tahun yang lalu, dimana lembaga pendidikan Kristen di Sumut terkenal dengan kualitasnya. Sebut saja Perguruan Kristen Immanuel Medan, Perguruan Kristen Nasrani Medan, Universitas HKBP Nomensen.
"Seperti Perguruan Kristen Immanuel Medan dan Perguruan Kristen Nasrani Medan yang dikenal banyak menghasilkan tokoh-tokoh terkemuka di berbagai bidang dan sumber daya manusia (SDM) andal," ujarnya.
Saat ini, ujar RE Nainggolan, kondisi lembaga pendidikan Kristen di Sumut cukup memprihatinkan dan mengalami kondisi 3 T yakni terpuruk, tertinggal dan terlupakan. Hal itu terlihat dengan semakin menurunnya jumlah murid di sekolah-sekolah Kristen, dan adanya sekolah-sekolah Kristen yang terpaksa harus ditutup karena ketiadaan atau minimnya murid atau siswa.
Kehadiran MPKW Sumut-NAD yang baru beberapa waktu lalu dipimpin oleh RE Nainggolan adalah untuk memperbaiki mutu pendidikan lembaga-lembaga pendidikan Kristen di Sumut dan Aceh.
"Oleh karena itu, MPKW Sumut-NAD saat ini berfokus untuk meningkatkan kembali mutu atau kualitas pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan Kristen di Sumut dan Aceh," tegasnya.
Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pengajaran dari para guru-guru lembaga pendidikan Kristen tersebut, di antaranya mendatangkan para ahli untuk memberikan pelatihan kepada para guru sesuai dengan bidang pengajarannya, menjadi penghubung dari berbagai pihak untuk memberikan bantuan kepada lembaga pendidikan Kristen yang membutuhkan, mengadakan berbagai kegiatan untuk mendukung peningkatan pengetahuan para siswa lembaga pendidikan Kristen dan sebagainya.
"Upaya ini mulai membuahkan hasil. Beberapa waktu lalu kita mengadakan lomba story telling dan kegiatan ini disambut antusias oleh banyak sekolah Kristen di Sumut dan Aceh. Kegiatan ini merupakan upaya dari MPKW Sumut-NAD untuk mendorong meningkatkan daya ingat, mempermudah pemahaman konsep abstrak, mengembangkan keterampilan berbahasa, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, serta memperkuat ikatan emosional dan membangun hubungan yang lebih baik dengan audiens dari anak-anak didik kita yang terkasih tersebut. Begitu juga dengan lomba paduan suara ini yang diikuti puluhan sekolah tingkat SD-SMP dan SMA," jelasnya.
RE Nainggolan optimis dengan kerja sama dari berbagai pihak, maka lembaga-lembaga pendidikan Kristen dapat bangkit kembali dan menjadi lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan SDM andal dan bersaing serta mendukung target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.
RE Nainggolan juga mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan banyak pihak kepada para guru dan lembaga pendidikan Kristen yang selama ini telah diberikan.
Anggota DPRD Sumut yang juga Dosen FEB Universitas HKBP Nomensen Medan dan Ketua Perhimpunan Orang Tua Murid Perguruan Kristen Immanuel Medan, Timbul Sinaga; memberikan apresiasi atas komitmen MPKW Sumut-NAD untuk membantu mengembangkan mutu lembaga pendidikan Kristen di Sumut dan Aceh.
Timbul Sinaga juga menyoroti menurunnya mutu lembaga pendidikan Kristen di tingkat nasional. Seperti di tingkat perguruan tinggi dimana saat ini hanya ada 2 perguruan tinggi Kristen yang masuk dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi terbaik swasta nasional, yakni Universitas Maranatha Bandung dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Padahal dulu banyak perguruan tinggi Kristen terkemuka. Sebut saja Universitas HKBP Nomensen yang dulu dikenal memiliki kualitas yanh setara dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. "Bahkan dosen dari Universitas HKBP Nomensen, UI dan UGM bersama-sama menempuh pendidikan di AS karena mendapat beasiswa dari lembaga Ford Foundation," tegasnya.
Oleh karena itu, dirinya menginginkan agar MPKW Sumut-NAD dapat menjadi organisasi strategis untuk membantu menumbuhkan solidaritas dan kecintaan tentang mutu pendidikan perguruan-perguruan Kristen di Sumut dan Aceh.
Timbul Sinaga juga mengingatkan 4 hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas SDM, yakni iman, kesehatan, pendidikan dan penghasilan. Dirinya berharap agar MPKW Sumut-NAD dapat duduk bersama dengan lembaga-lembaga pendidikan Kristen dalam mencari solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Timbul Sinaga juga mengajak MPKW Sumut-NAD untuk menggandeng para tokoh Kristen yang telah sukses untuk ikut membantu memperbaiki serta meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Kristen. Kerja sama dan dukungan ini diperlukan agar apa yang dicita-citakan dapat terwujud.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, memberikan apresiasi atas keberadaan MPKW Sumut-NAD ini.
"Menurut saya mendidik generasi muda bukan hanya masalah tanggung jawab, tapi juga panggilan. Kalau kita membina anak-anak ini sejak kecil, maka sebenarnya kita menyiapkan pemimpin-pemimpin di masa depan yang takut akan Tuhan. Jadi kalau ini yang menjadi panggilan kita maka ini adalah suasana yang sangat tepat," tuturnya.
Ketua Panitia HUT ke-55 MPKW Sumut-NAD; Prof Dr Eva Marlina br Ginting mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan telah dilakukan dalam rangkaian menyambut HUT ke-55 lembaga nirlaba tersebut. Di antaranya lomba story telling, lomba paduan suara, bakti sosial kesehatan, bazar UMKM dan lain sebagainya.
Lomba Paduan Suara
Sementara dalam final lomba paduan suara yang diadakan pada kesempatan tersebut maka untuk tingkat SD terbaik pertama adalah SD HKBP Tarutung, terbaik kedua SD Kalam Kudus Medan dan terbaik ketiga adalah SD Kalam Kudus Pematangsiantar.
Sementara pemenang lomba paduan suara tingkat SMP adalah terbaik pertama SMP Nasrani 5 Medan, terbaik kedua SMP Masehi Berastagi, terbaik ketiga SMP Immanuel Medan.
Sedangkan pemenang lomba paduan suara tingkat SMA adalah terbaik pertama SMK BNKP Gunungsitoli, terbaik kedua SMA HKBP Pematangsiantar dan terbaik ketiga SMA HKBP Sibolga.