Suasana hangat dan penuh semangat spiritual mewarnai Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas HKBP Nommensen (UHN), sebagai bagian dari program Hibah Penelitian Fundamental Reguler 2025, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Dengan mengangkat tema yang relevan dan visioner: “Transformasi Pelayan Gereja HKBP di Era Digital dalam Meningkatkan Kehadiran Jemaat,”
Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan para pelayan gereja, akademisi, dan generasi muda dalam satu misi bersama: membentuk wajah baru gereja yang lebih digital, lebih menjangkau, dan lebih berdampak. Hari/Tanggal: Kamis, 31 Juli 2025. Waktu: 14.30 – 17.00 WIB. Tempat: Ruang Seminar LPPM Universitas HKBP Nommensen, Medan
Narasumber Utama: Pdt. Dr. Nurliani Siregar. Dikenal sebagai pelayan Tuhan sekaligus akademisi yang progresif, Pdt. Dr. Nurliani hadir memberikan perspektif mendalam tentang bagaimana gereja dapat bangkit dari ketertinggalan digital dan kembali menjadi pusat spiritual yang hidup, kontekstual, dan menjawab keresahan umat di tengah terpaan teknologi. Dengan pengalamannya dalam menggagas model pelayanan berbasis teknologi dan digitalisasi pastoral, beliau membawa inspirasi besar: bahwa transformasi bukan hanya mungkin — tetapi mendesak. Kehadirannya menjadi magnet utama yang menyedot antusiasme peserta FGD.
Peserta dan Dukungan Lembaga: Acara ini melibatkan dan didukung penuh oleh: Dr. Kammer Tuahman Sipayung – Ketua LPPM Universitas HKBP Nommensen Sunday Ade Sitorus, SE, M.Si – Ketua Pusat Studi & Kajian Penelitian dan SINTA LPPM UHN Tim Peneliti LPPM UHN Dosen dan Mahasiswa Lintas Prodi Pelayan Gereja HKBP, Jemaat Muda, dan Praktisi Digital Ministry
Makna dan Harapan Diskusi ini bukan sekadar wacana — melainkan langkah awal perubahan. Di tengah tantangan digitalisasi dan menurunnya partisipasi jemaat, para peserta FGD sepakat bahwa gereja perlu membangun pelayanan yang lebih adaptif, komunikatif, dan spiritual melalui pendekatan teknologi informasi yang cerdas dan berbelas kasih. Transformasi gereja harus menjangkau ruang digital tanpa kehilangan roh pelayanan. Karena itu, sinergi antara dunia akademik dan dunia pelayanan menjadi kunci untuk menghadirkan gereja yang tetap relevan dan menjawab kebutuhan generasi digital. UHN Terus Bergerak untuk Gereja dan Bangsa. Universitas HKBP Nommensen, melalui LPPM-nya, terus menunjukkan bahwa riset dan pengabdian tidak hanya berhenti di ruang kelas — tetapi hadir nyata di tengah kehidupan umat, gereja, dan bangsa.