Ini sangat membanggakan dan prestasi yang sangat luar biasa, tatkala salah satu dosen dan Guru Besar di Program Studi Universitas HKBP Nommensen Medan dipercaya sebagai salah satu pengusi Program S3 Pendidikan Seni atas nama Dr. Emah Winangsit SPd, MA. Saya sangat bangga dan ini saya persembahkan untuk Universitas HKBP Nommensen Medan bisa punya kuprah sampai ke Pulau Jawa, tegas Prof. Junita dengan rendah hati. Adapun penguji Emah Winangsit adalah dr. Eko Raharjo M.Hum, Prof. dr. Syakir, MSn, Dr. Eko Sugiarto, SPd, MPd, Prof. Dr. Syharul Syah Sinaga, M.Hum, Dr. Udi Utomo, M.Si, Prof. Dr. Sunarto, M.Hum, dan Prof. Junita Batubara, MSn, PhD sebagai Penguji eksternal.
Prof. dr. Junita menegaskan kita harus membuktikan bahwa banyak dosen�"dosen UHN Medan yang punya kemampuan dan kompetensi yang bagus dan harus diberdayakan untuk membangun bangsa ini melalui kolaborasi lintas kampus, tegas Prof. Dr. Junita lagi yang merupakan lulusan S3 University Of Malaya Malaysia ini dan juga Dosen S2 di USU Medan ini.
Sementara Emah Winangsit mengatakan bahwa berkurangnya penggunaan lagu anak berbasis budaya Banyumas di tengah dominasi budaya populer global menyebabkan semakin terbatasnya ruang transmisi nilai budaya Banyumas kepada generasi muda. Album Tembang Bocah Banyumasan karya Fadjar Sopsan hadir sebagai karya musik yang merefleksikan budaya Banyumas sekaligus berpotensi menjadi sumber pembelajaran seni berbasis nilai budaya Banyumas dalam pendidikan guru.
Masih menurut Emah Winangsit bahwa penelitian ini bertujuan menganalisis struktur musikal, refleksi nilai budaya Banyumas, dan integrasi album tersebut dalam pendidikan guru melalui pembelajaran seni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dianalisis melalui kerangka teoritik etnomusikologi berdasarkan konsep sound, concept, dan behavior dari Alan P. Merriam.
Data penelitian bersumber dari delapan lagu dalam album, wawancara mendalam dengan 15 informan yang terdiri atas seniman, akademisi, guru, budayawan, dan masyarakat Banyumas, serta observasi integrasi pembelajaran pada empat kelas mahasiswa Program Studi PGMI UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis musikal. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif.
Di akhir presentasenya Emah Winangsit mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur musikal bersifat sederhana, repetitif, dan partisipatoris; nilai budaya Banyumas tercermin dalam cablaka, egaliter, gotong royong, dan humor; serta integrasi dalam pendidikan guru berlangsung melalui model Identify�"Delink�"Relink through Performance. Temuan ini menunjukkan praktik culturally responsive teaching, mendukung dekolonisasi pendidikan, serta berkontribusi terhadap SDG 4 dan SDG 11.