Menguasai panggung dengan baik. Istilah ini sudah sering kita dengar bahkan sangat populer dalam semua ajang pelaksanaan festival. Sebagai orang yang pernah menjadi seorang pendidik, dalam hal ini Guru ada istilah seorang guru yang baik harus mampu menguasai kelas dengan baik. Menguasai kelas adalah panggung bagi seorang guru sebagai sebuah kekuatan dan memang itu harus dilakukan oleh Guru yang baik. Lantas, bagaimana dengan Debat Calon Wakil Presiden yang diselenggerakan oleh KPU sebagai bagian dari tahapan kepemiluan yang baik dan benar?
Tulisan ini bukanlah sebuah kampanye semata, hanya sebuah ulasan akademik dengan basis fakta yang objektif dari sebuah pendidikan politik bagi bangsa ini. Apa yang dilakukan oleh Gibran Rakabuming Raka adalah sebuah fenomena yang sangat bagus dan sekaligus jadi motivasi bagi ribuan anak muda di negara ini bahwa saatnya semua anak muda untuk memperbaharui dirinya bahwa mutu dan kualitas ide yang bagus.
Gibran muncul sebagai salah satu Calon Wakil Presiden yang mana pencalonanya sangat panjang dan banyak juga mendapat kritik. Tentu dalam sebuah negara yang menganut paham demokrasi, itu adalah wajar. Terlepas dari berbagai kritik yang dialamatkan padanya, merupakan hak Gibran untuk maju karena memenuhi syarat dan peraturan yang ada. Gibran sebagai Walikota Solo maju sebagai Cawapresnya Prabowo Subianto dan merupakan sosok yang sangat muda. Dari pengamatan penulis, selama menjadi anak seorang Presiden Gibran tidak pernah memanfaatkan fasilitas yang dimilikinya sebagai anak Presiden di negara ini.
Gibran fokus saja pada pekerjannya sebagai hasil jerih payahnya. Artinya, Gibran tidak menggunakan kekuasaan ayakhnya sebagai Presiden untuk mmeperoleh fasilitas, semuanya dikerjakan dengan jerih payahnya. Ini adalah sebuah sikap dan karakter yang sangat terpuji dan harus menjadi contoh bagi siapa saja anak pejabat di negara ini. Sikap rendah hati Gibran dan harus jadi contoh yang baik bagi kita dan merupakan sebuah sikap yang sangat terhormat karena hidup sederhana dan berjuang dengan jerih payah sendiri untuk memperoleh kehormatan.
Pada saat Debat Capres dengan isu -isu yang sangat populis dan kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan rakyat, mulai dari Ekonomi Islam kekinian, masalah karbon, digitalisasi ekonomi, jebakan ekonomi pendapatan menengah, sampai dengan investasi yang masuk dan bagaimana cara mengelolanya, Gibran sangat paham tentang ekonomi kekinian sebagai topik dari debat. Kemampuan menggunakan istilah yang baik, dengan penguasaan bahasa Inggris yang baik dan benar telah membuat Gibran punya nilai plus pada titik ini. Artinya, Gibran benar-benar kuasai panggung dan mmebalikkan rasa khawatir publik tentang kemampuan Gibran dalam mengikuti Debat Cawapres sebagai bagian dari pendidikan politik.
Jika kita membaca laporan Kompascom mislanya sebagaimana yang dikemukakan oleh Ketua TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono, cawapres yang mereka usung dinilai berhasil menunjukkan kualitasnya sebagai sosok muda yang kompeten, matang, dan layak menjadi wakil presiden. Budisatrio mengatakan bahwa Gibran mampu menguasai materi dan menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh publik, atau lugas. “Gibran telah membuktikan dirinya sangat layak menjadi wakil presiden Republik Indonesia (RI). Ia juga mengubah pandangan sebagian orang yang meragukan kompetensi dan gaya komunikasinya,” ujarnya menurut keterangan tertulis yang diterima (Kompas.com, Sabtu (23/12/2023). Baca
Budisatrio juga menyoroti sikap tenang dan santai Gibran dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepadanya. “Gibran juga sangat tenang dalam menghadapi pertanyaan, termasuk yang bersifat tendensius. Ia tampil dengan kepribadian yang cukup matang, tapi tetap dikemas dengan cara-cara yang khas anak muda. Ini menurut kami juga menjadi nilai plus,” tuturnya. Menurut Budisatrio, penampilan Gibran dalam debat tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Indonesia. "Lewat penampilan Gibran, dapat dilihat bahwa anak muda mampu membuktikan diri jika diberi kesempatan. Hal ini yang turut dilihat oleh Prabowo Subianto dari Gibran dan terbukti benar," tambahnya.
Itu Istilah Biasa dalam Investasi Selain itu, Budisatrio juga menilai bahwa penampilan Gibran saat debat mengingatkan masyarakat pada sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini terlihat dari gestur dan gerak-gerik Gibran, serta pilihan diksi yang digunakannya. “Gibran selama ini (dikenal sebagai sosok yang) banyak diam dan jarang bicara panjang. Namun, pada kesempatan tersebut, kami melihat Gibran sangat luwes dalam menyampaikan argumentasinya. Penampilannya mengingatkan kami pada sosok Presiden Jokowi,” jelasnya. Budisatrio optimistis, penampilan Gibran pada kesempatan debat tersebut akan berdampak positif pada kampanye yang tengah dilakukan TKN. Ia berharap, penampilan Gibran saat debat tersebut juga akan menambah semangat semua tim kampanye dan para relawan Prabowo-Gibran di lapangan. “Setelah ini, semua tim kampanye dan relawan akan membuktikan diri pula dalam menjemput suara dan meraih kemenangan,” imbuhnya.
Terlepas daripada itu, penampilan Gibran dalam debat sangat luar biasa dan mampu menguasai panggung dengan baik. Mutu dan kualitas Gibran dalam hal pengetahuan tentu tidak diragukan dan semuanya mengalir dengan baik dan benar. Gibran adalah sebuah fenomena anak muda dan sekaligus menjadi sebuah motivasi agar kedepan anak -anak muda punya semangat yang tinggi dalam meraih cita cita. Mari berpikir positive, kalau Gibran bisa, saya juga harus bisa. Jadikan cara Gibran menguasai panggung menjadi sebuah stimulus membangun dalam diri jiwa anak -anak muda kita bahwa mereka anak -anak muda ini juga punya kemampuan yang sangat luar biasa.
Penulis adalah: Mantan Korwil GMKI Sumut Aceh/ Anggota yayasan UHN Medan/ Caleg Partai Golkar Untuk DPRD Kota Medan 2024/ Mantan Sekretaris DPD GAMKI Sumut