Tiada Lelah : Gerak Cepat, Maruarar Sirait Mulai Pembangunan Rumah Layak Bagi Korban Bencana Alam

Redaksi - Minggu, 21 Desember 2025 22:17 WIB
Tiada Lelah : Gerak Cepat, Maruarar Sirait Mulai Pembangunan Rumah Layak Bagi Korban Bencana Alam

Serang- Tapteng, Maruarar Sirait terus menunjukkan semangat pengabdian yang luar biasa dalam upaya membangun perumahan rakyat Indonesia.

Tidak hanya sekadar tugas formal, tetapi juga panggilan hati untuk hadir di tengah masyarakat yang selama ini kesulitan memiliki rumah layak huni.

Dalam berbagai kesempatan, Maruarar tak pernah lelah mendorong percepatan kepemilikan rumah yang layak bagi keluarga berpenghasilan rendah di berbagai penjuru tanah air.

Pada 20 Desember 2025, di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Provinsi Banten, Maruarar Sirait bersama Presiden Prabowo Subianto memimpin "Akad Massal 50.030 unit rumah subsidi" melalui skema KPR Sejahtera FLPP.

Momen monumental ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian negara, tetapi juga bukti nyata bahwa pembangunan hunian rakyat dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan merata.

Tanpa menunggu lama, dengan penuh semangat kerja keras dan ketangguhan, pada 21 Desember 2025, Maruarar langsung bergerak dari Jakarta menuju Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, untuk meninjau langsung progres bantuan hunian dan penanganan dampak bencana alam yang menimpa warga setempat. Perjalanan panjang lintas pulau ini menggambarkan etos kerja yang jarang dimiliki seorang pejabat siap hadir di medan sekaligus.

Tidak biasanya seorang menteri melakukan pekerjaan besar dalam waktu yang singkat dan jarak yang sangat jauh, namun bagi Maruarar Sirait, pelayanan kepada rakyat adalah prioritas utama.

Ia memahami bahwa percepatan pembangunan perumahan rakyat harus berjalan sekaligus dengan realitas kebutuhan di lapangan, termasuk di daerah terdampak bencana.

Setiap langkah Maruarar selalu dilandasi perintah Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kehadiran negara bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di pinggiran kehidupan sosial dan ekonomi. Kehadiran ini bukan sekadar seremonial, tetapi tindakan nyata yang menjawab keresahan rakyat.

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara Pemerintah Republik Indonesia resmi memulai pembangunan "Hunian tetap (huntap) bagi warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Pembangunan ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan bersama Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, di Asrama Haji Tapanuli Tengah pada Minggu (21/12/2025).

Upaya ini merupakan bagian dari proses pemulihan pasca bencana alam di kawasan tersebut, yang dilaksanakan melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, dan elemen masyarakat.

Tahap awal pembangunan "Huntap" di Tapanuli Tengah merupakan bagian dari target nasional yang sekaligus mencakup hunian tetap di tiga provinsi terdampak bencana besar di Sumatra, dengan jumlah hunian yang direncanakan mencapai 2.603 unit. Rinciannya terdiri dari 1.000 unit di Aceh, sekitar 1.003 unit di Sumatera Utara, dan 600 unit di Sumatera Barat, yang sepenuhnya dibangun melalui gotong royong dan inisiatif nonâ€'APBN.

Pembangunan "Huntap" ini juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir secara menyeluruh dari bantuan darurat hingga rehabilitasi jangka panjang dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak demi pemulihan yang cepat dan tepat bagi masyarakat korban bencana.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi