RE Nainggolan: Kita Kehilangan 'Gudang Ilmu' dalam Sosok Bersihar Lubis

Redaksi - Senin, 02 Februari 2026 17:39 WIB
RE Nainggolan: Kita Kehilangan 'Gudang Ilmu' dalam Sosok Bersihar Lubis
Dunia pers dan literasi kembali berduka. Bersihar Lubis, seorang jurnalis senior, juga sosok sastrawan dan budayawan, meninggal dunia pada Kamis, 29 Oktober 2026 lalu. Almarhum dikenal luas sebagai penulis yang produktif, dengan pesan-pesan yang kerap tajam, kritis, tetapi selalu punya dasar dan argumentasi kuat.


Setelah disalatkan di Masjid Al Musabbihin, Komplek Tasbih usai Salat Jumat (30/1/2026), sosok yang cukup lama menjadi jurnalis Tempo itu dimakamkan di Pemakaman Muslim Warga Taman Setiabudi Indah, Asam Kumbang, Medan Selayang.

Ketika diminta menyampaikan kata belasungkawa saat pelepasan jenazah dari rumah duka, tokoh masyarakat Sumut, Dr RE Nainggolan, MM menyebut Almarhum Bersihar Lubis adalah sosok jurnalis senior yang meninggalkan banyak kenangan baik.

“Melalui tulisan, ucapan, dan tindakannya, Almarhum senantiasa mengajarkan banyak hal kepada kita tanpa terasa menggurui. Dia sahabat, mentor, dan teladan bagi kalangan insan pers di Indonesia, bahkan bisa dikatakan bagaikan gudang ilmu bagi semua orang yang pernah mengenal dan berinteraksi dengan beliau,” katanya.

RE Nainggolan kemudian mengungkapkan pada November lalu, Bersihar dia minta untuk menjadi salah seorang pembicara dalam bedah buku biografinya di Kampus Universitas Prima Indonesia. “Saat itu beliau tampak begitu sehat dan prima. Ulasannya tajam dan mendetail. Dan sejak awal rencana penulisan, beliau memang selalu saya minta ikut berperan memberi masukan. Beliau penuhi permintaan itu dengan tulus. Sungguh sebuah kenangan yang tak akan terlupakan,” katanya.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi