Aksi Cepat Gubsu Bantu Kontingen Pesparawi yang Alami Kendala Tiket Pulang di Papua

RE Nainggolan: Bentuk Empati dan Kepedulian Seorang Pemimpin
Redaksi - Jumat, 26 Juni 2026 21:47 WIB
Aksi Cepat Gubsu Bantu Kontingen Pesparawi  yang Alami Kendala Tiket Pulang di Papua

Medan " Aksi responsif Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dalam membantu kepulangan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumut yang sempat tertahan di Manokwari, Papua Barat, menuai banyak pujian. Langkah cepat ini dinilai sebagai bukti nyata kehadiran seorang pemimpin di saat masyarakatnya menghadapi situasi sulit.

Apresiasi tinggi salah satunya datang dari tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr. RE Nainggolan, MM. Ia memuji kepekaan sosial dan tanggung jawab moral yang ditunjukkan oleh Gubernur.

"Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa. Kita melihat sosok pemimpin yang inklusif, responsif, dan tidak tinggal diam ketika warganya kesulitan. Beliau langsung hadir memberikan solusi," ujar RE Nainggolan.

Kronologi Lonjakan Harga Tiket

Sebagai informasi, kontingen Pesparawi Sumut yang dipimpin oleh Pdt. Berkat Laoly ini sebelumnya diberangkatkan ke ajang nasional tersebut dengan dukungan dana hibah dari Pemprov Sumut sebesar Rp3 miliar.

Namun, masalah muncul saat tim hendak kembali ke Medan. Lonjakan harga tiket pesawat yang sangat tinggi membuat anggaran yang tersisa tidak lagi mencukupi untuk membiayai kepulangan seluruh peserta.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setdaprov Sumut, Abu Kosim, S.Sos, M.AP, membenarkan adanya kendala tersebut. Ia menjelaskan bahwa pimpinan kontingen langsung melaporkan situasi darurat ini kepada Gubernur.

  • Jumlah Peserta Tertahan: 113 orang
  • Kendala Utama: Lonjakan harga tiket pesawat di luar prediksi
  • Kekurangan Anggaran: Sekitar Rp1,3 miliar

Mendapat laporan tersebut, Gubernur Sumut tidak menunda waktu dan langsung mengambil langkah taktis untuk mencairkan tambahan dana yang dibutuhkan agar seluruh kontingen bisa pulang dengan aman.

Pemimpin yang Memberi Rasa Aman

RE Nainggolan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumut periode 2008-"2010, menekankan bahwa keputusan cepat ini sangat krusial. Mengingat, ada ratusan warga yang sedang membawa nama baik daerah di kancah nasional.

"Bayangkan jika tidak segera diatasi. Ada 113 orang yang sudah berjuang membawa nama Sumatera Utara, tetapi bingung cara untuk pulang. Intervensi ini membuktikan pemerintah benar-benar ada untuk mereka," tambah Ketua Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut-Aceh tersebut.

Ia menutup dengan harapan agar karakter kepemimpinan yang peka, solutif, dan mengayomi sektor sosial-keagamaan seperti ini dapat terus dipertahankan di lingkungan pemerintahan Sumatera Utara. Menurutnya, keberhasilan pemimpin sejati justru diuji dari kepeduliannya terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan seperti ini.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi