MENTERI MARUARAR SIRAIT DI DAULAT JADI KETUA UMUM PANITIA NATAL NASIONAL 2025: "MOMENTUM SAKRAL MEMBANGUN PERSATUAN IMAN

Redaksi - Minggu, 12 Oktober 2025 13:09 WIB
MENTERI MARUARAR SIRAIT DI DAULAT JADI KETUA UMUM PANITIA NATAL NASIONAL 2025:   "MOMENTUM SAKRAL MEMBANGUN PERSATUAN  IMAN

Dalam proses pengembara, perjalanan iman setiap insan akan ada momen sakral yang harus dirayakan sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah serta kesempatan pengabdian yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Pada perjalanannya setiap tim entah itu dalam organisasi, institusi maupun perusahaan lainya selalu muncul sosok pribadi yang tak hanya bekerja dalam senyap, tetapi bersuara melalui tindakan nyata. Saama seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa " satu tindakan, mengalahkan seribu bahasa ".

Ya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, kini memegang dua amanah besar. Sebuah panggilan atas prestisius kerja nyata yang dibuktikan olehnya dengan integritasnya membangun rumah subsidi bagi rakyat Indonesia sebagai wujud keadilan sosial "Atap di Atas Kepala".

Tak tanggung-tanggung kepercayaan itu datang lagi menghampirinya, ia di daulat memimpin Panitia Natal Nasional tahun 2025 sebagai Ketua Umum. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1544 Tahun 2025, ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Oktober 2025. Dua peran berbeda, namun berakar pada satu nilai yaitu pelayanan bagi bangsa dan umat.

Jika kita perhatikan secara saksama, program unggulan 3 Juta Rumah Subsidi dari pemerintah menuntut eksekutor lapangan yang handal bukan sekedar teknokratis, tetapi juga kemampuan memetakan sasaran kebijakan agar efektif, efisien, berdampak dan berkelanjutan.

Dalam hal ini, Maruarar Sirait hadir sebagai menteri pekerja keras dianggap layak dan pantas mengorkestrasikan acara sakral tahunan tersebut.

Prinsipnya dalam mengemban tugas sebagai menteri PKP, ia memahami bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik melainkan simbol keadilan sosial dan martabat hidup keluarga Indonesia, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hari ini, ketika dirinya dipercaya memimpin perayaan Natal Nasional yang rencananya akan di laksanakan pada tanggal 27 Desember 2025, Maruarar membawa semangat yang sama ke ranah spiritualitas menyambut momen sakral ini bagi umat kristiani Natal bukan sekadar seremoni religius, tetapi panggilan iman kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Juruselamat umat manusia serta untuk mempererat ikatan kemanusiaan dan persekutuan (unity) di antara anak bangsa di bumi Pancasila.

Kepemimpinannya di sini bukan sekedar formalitas, tetapi bentuk nyata dari komitmen persaudaraan lintas suku, sinode/denominasi iman, dan budaya.

" DI DAULAT JADI KETUA UMUM PANITIA NATAL NASIONAL 2025 "

Menjadi Ketua Umum Panitia Natal Nasional adalah merupakan tugas luhur mulia, bukan hanya sekedar mengatur agenda seremoni semata, tetapi merangkai harmonisasi dalam keberagaman dengan nuansa nusantara yang menampilkan wajah cinta-kasih dan semangat Oikumenisme.

Berdasarkan informasi yang ada, Menteri Agama menugaskan panitia untuk mempersiapkan dan melaksanakan rangkaian kegiatan Natal Nasional dengan aksi sosial keluarga, aksi sosial kemasyarakatan dan seminar rohani,

Dalam mensukseskan Natal ini para tokoh publik turut serta seperti; Hashim Djojohadikusumo (Ketua Dewan Penasihat), Pdt. Dr. Jason Joram Balompapueng (Ketua Pelaksana), Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Thomas Djiwandono dan Simon Aloysius Mantiri (Bendahara Umum Panitia) serta beberapa tokoh lainnya merupakan kolaborasi lintas iman mewujudkan sukacita Natal.

" FILOSOFI NATAL "

Filosofi Natal mengajarkan kepada kita akan makna Natal sebagai rumah bersama, ( Tema Natal PGI-KWI: Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga, Matius 1:21-24), oleh karenanya bukan hanya sebagai tempat tinggal sesaat, melainkan tempat pulang untuk mendapatkan ketenangan, damai dan harapan. Maka dengan filosofi itu, pembangunan rumah subsidi bagi rakyat yang sedang di jalankan oleh pemerintah adalah perwujudan kasih dalam bentuk paling konkret bagi kehidupan masyarakat.

Bukan sekadar angka capaian secara statistik, melainkan bentuk kehadiran negara bagi rakyat yang selama ini terbaikan dan belum punya rumah layak huni.

Dalam konteks sosial, politik dan budaya yang kerap terpolarisasi maupun terfragmentasi, momen sakral ini sangat strategis untuk merawat persatuan dan membangun iman yang inklusif guna membangun persekutuan sesama orang-orang beriman.

Jiwanya mencerminkan nilai-nilai kristen dalam semangat nasionalis dan Oikumenis dalam bersikap dan berbuat.

Ia membuktikan bahwa iman yang sejati bukan hanya dipeluk, tapi diwujudkan melalui kebijakan yang adil dan berpihak pada kepentingan hajat hidup orang banyak.

Selain pekerja keras, Ara Sirait sosok yang dikenal dermawan dan peduli dengan sesama.

Sebagai Menteri PKP dan Ketua Umum Panitia Natal Nasional adalah menjadi panggung pengabdian iman, bukan pencitraan maupun gimmick. Ia membuktikan bahwa negara hadir bukan hanya lewat birokrasi, tapi lewat ketulusan, kerja keras, dan integritas iman. Sebab rumah rakyat dan perayaan Natal, keduanya berangkat dari satu semangat pelayanan.

Natal 2025 di tangan Maruarar Sirait, bukan sekadar peringatan keagamaan, ini menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial, mempererat silaturahmi anak bangsa dan menyampaikan bahwa kasih bukan hanya sekedar ucapan, tetapi kerja nyata yang membangun harapan bagi masyarakat Indonesia, seperti tertulis pada galatia 6: 2

" Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus"

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi