Sejak Awal N4J Tidak Terlibat Musra Karena Komitmen Tegak Lurus Kepada Jokowi

Jokowi: Jangan Grasa-grusu, Belanda Masih Jauh
Redaksi
Foto: Dokumen DPP N4J
Presiden Joko Widodo bersama para relawan N4J dalam sebuah acara di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Relawan Nusantara Untuk Jokowi (N4J) sejak awal tidak terlibat dalam Musyawarah Relawan (Musra) mencari figur pengganti Joko Widodo karena sudah berkomitmen sepenuhnya untuk tegak lurus ikut komando.

"Di satu sisi kita menghargai rekan-rekan lain yang menggagas dan mengikuti Musra. Akan tetapi, bagi N4J sendiri sudah sangat jelas. Pak Jokowi sendiri berbicara langsung di hadapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II N4J di Medan. Beliau sendiri yang bilang, 'tunggu komando, tetap bersatu, tegak lurus'. Itu jelas sudah lebih dari cukup untuk kita pedomani. Kalau N4J tetap ikut buat gerakan ini dan itu, saya kira bukan bentuk ikut komando lagi," tegas Ketua DPP Bidang Politik N4J, Ir Ronald Naibaho, MSi, didampingi Ketua DPP Bidang Pemberdayaan, Dr Puan Maharani, MPsi, Wakil Sekjen, Jadi Pane, SPd, MM, dan Divisi Komunikasi yang juga salah seorang pendiri, Toga Nainggolan, di Medan, Senin (15/5/2023).

Ronald menguraikan, selain pidato langsung Presiden Jokowi, dalam Rakernas itu juga ada penjelasan lebih rinci oleh Ketua TKN Jokowi Ma'ruf Amin, Erick Thohir, yang pada garis besarnya juga meminta seluruh relawan jangan ke mana-mana dulu, tetap solid menunggu komando. "Jadi, sangat jelas bagi kita di N4J, tegak lurus ikut komando ini sudah paku mati. Biar Pak Jokowi yang memutuskan dan memerintahkan kita akan ke mana. Apa yang menjadi arahan beliau, kita ikuti. Kita yakin, beliau bisa memikirkan dan memutuskan apa yang terbaik," tegasnya.

Sementara itu, Jadi Pane menyampaikan, baik secara lugas maupun dengan tersirat, Jokowi selalu menyampaikan pesan, "Tunggu, sabar, tetap ikut komando. Dikatakannya, Jokowi selalu menyampaikan hal-hal seperti itu. "Beliau ini kan politisi berdarah Jawa. Solo pula. Kita harus bisa menangkap sinyal-sinyal dari beliau. Itulah ciri pendukung sejati, yang harus mencerminkan orang yang didukungnya," ujarnya.

Jadi mengatakan, N4J akan tetap solid mendukung apa yang menjadi keputusan Jokowi. "Kita 100% tegak lurus, dan memang selalu demikian yang diarahkan oleh Ketua Umum kita, Pak RE Nainggolan, dan segenap unsur pimpinan yang lain, pun unsur organisasi di seluruh daerah. Aspirasi personal pasti ada, tetapi secara keorganisasian kita 100% solid," tegasnya.

Belanda Masih Jauh

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menghadiri langsung acara puncak Musyawarah Rakyat (Musra) relawan Jokowi di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Namun Jokowi belum memutuskan nama calon presiden (capres) hasil Musra meskipun telah resmi nama-namanya disodorkan oleh Panitia Musra.

"Tadi di ruang tunggu, para ketua menyampaikan kepada saya beberapa nama yang terekam kuat. Saya sudah mendengar tapi saya ingin resmi tadi yang disampaikan oleh Pak Panel Barus (Ketua Panitia Musra) itu resmi, belum saya buka," kata Jokowi dalam acara tersebut, Minggu (14/5/2023).

Jokowi mengatakan saat ini parpol-parpol masih menyusun koalisi dan belum resmi mengusung pasangan capres-cawapres untuk Pilpres 2024. Setelah itu, Jokowi baru akan menentukan sikapnya.

"Ini harus kita berikan waktu pada partai atau gabungan partai untuk menyelesaikan urusan capres dan cawapresnya seperti apa. Kemudian dari yang disampaikan oleh tadi Pak Panel Barus, saya akan..." ucap Jokowi sambil membuat gestur dengan tangannya.

"Udah tahu kan maksudnya?" sambung Jokowi sambil tersenyum kepada relawan.

Jokowi kembali menegaskan bahwa pihak yang bisa mengusung capres dan cawapres adalah parpol atau gabungan parpol. Menurut Jokowi, langkahnya saat ini yang belum mengumumkan capres dukungan adalah bagian dari strategi.

"Karena menurut konstitusi itu yang bisa, yang bisa mencalonkan itu adalah partai atau gabungan partai, betul? Sehingga itu bagian saya untuk memberikan bisikan kuat kepada partai-partai yang sekarang ini juga koalisinya belum selesai. Jadi kalau saya ngomong sekarang, untuk apa? Itu yang namanya strategi, ya itu," sambungnya.

Dia meminta para relawan tidak tergesa-gesa menentukan dan mengumumkan capres pilihannya karena Belanda masih jauh. Namun, Jokowi menghargai hasil penjaringan dari para relawannya itu.

"Jangan tergesa gesa, jangan grusa grusu, jangan pengen cepet-cepetan. Karena Belanda masih jauh tapi saya sangat menghargai apa yang sduah dilakukan oleh musra dalam menjaring nama-nama yang diinginkan oleh rakyat kita," imbuhnya.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

RE Nainggolan: Kita Kehilangan 'Gudang Ilmu' dalam Sosok Bersihar Lubis

Berita

RE Nainggolan Gelar Silaturahmi Tahun Baru dengan Sederhana

Berita

Apresiasi YPK GBKP, Dr. Dr.RE Nainggolan, MM Tegaskah Natal Harus Meningkatkan Kualitas Iman Siswa

Berita

Berikan Tali Kasih Natal 2025 kepada Guru Sekolah Kristen dan Wartawan, Dr. RE Nainggolan Tegaskan Komitmen MPKW Sumut Aceh

Berita

Di Natal PWKI 2025 RE Nainggolan Tegaskan Harus Jadi Organisasi Solid Untuk Peningkatan Kualitas Iman Jemaat

Berita

Rakernas MPK ke-IV di Bali Dorong Transformasi Sekolah Kristen Melalui Semangat Duc in Altum