Tokoh masyarakat Sumatera Utara yang juga birokrat senior, Dr R.E. Nainggolan, MM, menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam memperjuangkan kepentingan daerah, khususnya terkait pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) pascabencana banjir dan longsor.
Figur yang pernah menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Bupati Tapanuli Utara itu menilai sikap Bobby Nasution yang pernah secara terbuka menunjukkan keberatan atas kecilnya pascabencana merupakan bentuk keberanian dan kesungguhan memperjuangkan hak masyarakat Sumut.
“Seorang kepala daerah memang harus memiliki keberanian menyuarakan kepentingan rakyatnya. Apa yang dilakukan Pak Bobby menunjukkan bahwa beliau tidak sekadar hadir dalam rapat formal, tetapi benar-benar memperjuangkan kebutuhan Sumatera Utara,” ujar R.E. Nainggolan, Selasa (26/5/2026).
Sebelumnya, Bobby Nasution sempat menjadi sorotan setelah meninggalkan rapat virtual bersama menteri koordinator karena kecewa terhadap besaran anggaran rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) yang dinilai belum sebanding dengan dampak bencana yang dialami Sumut. Saat itu, dana yang disiapkan untuk Sumut disebut hanya sebesar Rp2,1 triliun.
Menurut R.E. Nainggolan, sikap tersebut pada akhirnya membuahkan hasil positif. Pemerintah pusat kemudian mengembalikan dana TKD bagi daerah terdampak bencana, dan Sumatera Utara menjadi provinsi dengan pengembalian terbesar dibanding daerah lain.
Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Tito Karnavian, menyebut Sumut sebelumnya mengalami pemotongan TKD hingga Rp6 triliun, lebih besar dibanding Aceh sebesar Rp1,6 triliun dan Sumatera Barat Rp2,6 triliun. Karena itu, pengembalian dana untuk Sumut juga menjadi yang terbesar.
R.E. Nainggolan menilai capaian tersebut tidak lepas dari komunikasi dan perjuangan aktif Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di tingkat pusat.
“Kadang-kadang seorang pemimpin memang harus menunjukkan sikap tegas agar persoalan daerah mendapat perhatian serius. Yang diperjuangkan ini bukan kepentingan pribadi, melainkan nasib masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumut yang tetap menunjukkan solidaritas dengan menghibahkan Rp260 miliar kepada daerah-daerah terdampak yang memiliki keterbatasan anggaran.
“Ini menunjukkan bahwa Sumut bukan hanya memperjuangkan kepentingannya sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kabupaten/kota yang mengalami kesulitan akibat bencana,” ujar R.E. Nainggolan.
Sebagaimana diketahui, pemerintah saat ini juga tengah mempercepat rehabilitasi ribuan sekolah rusak akibat bencana serta pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak di sejumlah daerah.