Pelatihan kepemimpinan kepala sekolah danwakil kepala sekolah yang berlangsung pada tanggal 13-15 februari 2025 di sekolah Kalam Kudus Kristen Medan jalan mayang medan petisah menghadirkan narasumber Ericko Tandayu, Senior Consultant dari Leadersource Indonesia.
Dalam paparannya Ericko mengatakan bahwa kepala sekolah adalah pemimpin komunitas yang memiliki hati dan tanggungjawab untuk membangun bangsa melalui anak didik. Oleh karena itu harus dapat melakukan empowerment, inovasi dan kepemimpinan yang efektif, sehingga sehingga kendala manajemen sekolah seperti kesulitan mendapatkan siswa baru, kwalitas guru, problem keuangan, sarpras dan lain-lain dapat teratasi kata Ericko yang juga pengurus MPK Indonesia lebih lanjut.
Selain peserta pelatihan sebanyak 44 orang, pada saat acara penutupan hadir juga Kadisdik Sumut diwakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Hafizam Parinduri, Kadisdik Kota Medan diwakili Sekretaris Disdik Andy Yudhistira SPd MPd. Pengurus MPKW Sumut-NAD hadir Dr Parapat Gultom MSIE PhD IPU ASEAN Eng, Drs Chandra Silalahi MSi, Jefry Sipayung SPd MPd, Dra Veronika Sitanggang MPsi, Drs Kasman Sembiring MSi, Drs TM Napitupulu, Jadi Pane SPd MM dan lainnya.
Sementara Ketua MPKW SU-NAD RE Nainggolan pada acara penutupan mengatakan, seorang pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang memiliki banyak jaringan komunikasi. Karena itu perlu dibangun jaringan komunikasi mulai dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi sehingga bisa membuat sukses mempin dan maju.
RE Nainggolan juga mengapresiasi atas waktu yang disediakan para Kepsek dan Wakasek untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan. Dengan demikian sekolah-sekolah kristen bisa lebih maju ke depan. "Masa lalu kita tinggalkan, tapi masa depan yang harus kita lihat, karena di masa depan semakin banyak tantangan dan rintangan yang kita hadapi. Karena itu dengan pelatihan ini kemampuan manajerial saudara-saudara bisa ditingkatkan untuk memimpin sekolah," katanya.
"Saya yakin dan percaya dalam 3 hari dalam pelatihan ini dapat menyerap berbagai hal yang disampaikan para Narasumber. Dengan harapan bisa menerapkannya di sekolah masing-masing," harapnya.
Untuk melihat ke majuan sekolah MPKW Sumut-NAD juga akan melakukan perlombaan yayasan terbaik, dengan harapan yayasan haruslah dapat memberikan perhatian, dorongan dan motivasi buat sekolah. Bukan sebaliknya sekolah diperas sehingga dengan demikian sekolah-sekolah kristen di Sumut-NAD bisa lebih berkembang ke depan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Hafizam Parinduri
mengapresiasi acara pelatihan kepemimpinan sekolah itu. Dia berharap semoga ilmu yang didapat dapat diimplementasikan kepada guru dan staf di sekolah masing-masing.
Dia juga mendorong agar membuat rencana tindak lanjut yang kongkrit dan terukur rencana yang akan membantu untuk mewujudkan visi misi di sekolah masing masing.
Rosmawati Ginting, SPd dari Perguruan Pendidikan Nasrani Medan (PPNM) yang didaulat mewakili peserta menyampaikan bahwa setelah mengikuti pelatihan ini ternyata masih banyak kekurangan yang kami miliki sebagai kepala sekolah dan dengan ini "mata kami semakin terbuka lebar untuk mengembangkan sekolah lebih maju lagi", katanya.
Terimakasih kepada MPKW yang sudah menyelenggarakan semoga pelatihan ini dapat berkesinambungan, katanya lebih lanjut.
Sebelumnya Ketua Panitia Dr Parapat Gultom melaporkan pelatihan kepemimpinan dilakukan selama 3 hari, dengan jumlah peserta 44 orang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.