Meski sudah kerap dikeluhkan warga, kerusakan jalan yang berada di Jalan Danau Marsabut, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat masih belum dibenahi. Jika sebelumnya pada musim kemarau warga mengeluhkan debu saat dilalui kendaraan roda 4 maupun roda 2, kini di musim penghujan ruas jalan tersebut tampak menjadi kubangan lumpur.
Hal itu pun dikeluhkan beberapa pengguna jalan, termasuk pengemudi ojek online dan pemilik warung yang berada di sepanjang ruas jalan tersebut. Pantauan kontributor Jurnal Pemerintahan di lokasi pada Sabtu, (12/11/2022) pagi, jalan tersebut tampak "menyeramkan", sehingga para pengendara harus sangat berhati-hati.
Pengendara ojek online bernama Amran mengatakan dulu jalan itu sudah pernah diperbaiki. "Tapi hanya ditimbun begitu saja dan sangat berdebu. Begitu datang musim hujan seperti sekarang, beginilah jadinya," katanya. Amran bercerita dirinya bahkan pernah mendapat rating jelek dari penumpang karena pakaiannya terkena cipratan air bercampur lumpur. "Awak sudah baik-baik, Bang, tetapi ada pengendara lain yang kencang-kencang naik kereta. Kena dia, awak pula dapat bintang satu," keluhnya.
Sementara warga sekitar yang tak mau disebut namanya mengeluhkan persoalan tersebut sudah lama tidak mendapat penanganan serius. "Padahal masih masuk dalam kota ini, Bang. Pernah pun kurasa para pejabat itu lewat sini. Sejak pintu perlintasan kereta api itu dibuka, jalan ini sudah sangat vital. Seharusnya diperhatikanlah," katanya.
Awal tahun, dia bercerita, jalan tersebut sudah berlubang-lubang. Kemudian ada perbaikan, ditutup dengan kerikil kecil dan pasir seperti layaknya jalan tersebut akan di aspal.
“Namun, hingga saat ini jalan tersebut belum juga di aspal. Jadinya, kalau panas berdebu, kalau hujan seperti ini jadi kubangan lumpur. Maju kena mundur kena," katanya.