Dari Kampus UHN Medan, Menteri Lingkungan Hidup Ajak Tobat Ekologis Nasional Menuju Supremasi Ekoologi

Redaksi
Redaksi
Menteri Lingkungan HIdup RI Moh Jumhur Hidayat, Rektor UHN Medan Dr. Richard AM Naptipulu, ST, MT Ketua Panitia Dr. Dimpos Manalu, M.Si diabadikan bersama di Kampus UHN Medan

Dengan suara tegas Menteri Lingkungan Hidup Ri Moh Jumhur Hidayat mengajak semua warga negara, secara khusus civitas akademika untuk mendukung dan mendorong tobat ekologis sebagai pangilan menuju supremasi ekologi untuk masa depan lingkungan hidup yang lebih baik dan juga untuk anak cucu kita kedepan. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Lingkungan Hiudp Ri dalam kuliah Umum di Universitas HKBP Nommensen Medan dengan topik “Supremasi Ekologi: Masa Depan Hutan Sumatera Utara dan Kelestarian Danau Toba Menuju Lingkungan Hidup Lestari Indonesia Emas 2045”, baru baru ini. Kuliah umum ini dimoderatori Oleh Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang yang Juga Sekretaris yayasan UHN Medan.

Dalam sambutannya Rektor UHN Medan Dr. Richard AM Napitupulu, ST, MT mengatakan Kuliah umum ini kita selenggarakan dalam momentum yang sangat tepat. Saat ini, negeri kita menghadapi sejumlah bentuk krisis lingkungan, seperti: kebakaran hutan dan lahan gambut, krisis sampah plastik dan bahan-bahan anorganik di perkotaan, pencemaran air dan krisis air bersih, polusi udara, deforestasi dan alih fungsi lahan, kerusakan ekosistem pesisir dan laut, hingga bencana hidrometereologis seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan kekeringan panjang akibat anomali cuaca, tambah Rektor lagi.

Di Sumatera Utara, misalnya, kita baru saja menyaksikan banjir bandang yang memorak-porandakan Sibolga dan Tapanuli Tengah, akhir tahun 2025 lalu. Bersama dengan bencana ekologis di Aceh dan Sumatera Barat, kerugian material yang kita alami tidak kurang mencapai Rp68 triliun. Serta, tak ternilai harganya korban manusia yang meninggal: lebih dari 1.200 jiwa.

Semua bentuk krisis lingkungan ini merupakan akumulasi dampak dari orientasi pembangunan nasional kita yang kurang memerhatikan dan menegakkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development), yang telah berlangsung sejak puluhan tahun silam.

Rektor kembali mengatakan, Aneka bentuk krisis ini, jika tidak ditangani secara cepat, efektif, dan komprehensif sangat berpotensi menyandera bangsa kita menuju cita-cita Indonesia Emas 2045, yang tersisa 20 tahun ke depan. Namun, kita masih memiliki harapan karena Presiden Prabowo Subianto dalam ASTA CITA menempatkan pelestarian lingkungan hidup, harmoni dengan alam, ekonomi hijau dan ekonomi biru sebagai pilar-pilar utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Rektor mengeaskan bahwa, Universitas HKBP Nommensen menaruh harapan dan kepercayaan kepada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan memperbaiki situasi ini ke depan. Pemerintahan ini memiliki modal strategis dan arah kebijakan yang masih memberikan ruang optimisme apabila pilar-pilar dalam ASTA CITA dapat diwujud-nyatakan.

Dalam konteks inilah, kami menyambut dengan apresiasi sedalam-dalamnya dan setinggi-tinggi kehadiran Bapak Menteri dan rombongan di kampus tercinta ini. Secara khusus, kami menitipkan kepada Bapak Menteri: semangat perjuangan ekologis yang telah dilakukan Pimpinan HKBP, Ompu i Ephorus Pdt Dr Victor Tinambunan, MST, bersama dengan elemen masyarakat sipil di Sumatera Utara, telah memperoleh respons positif dari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni mencabut izin PBPH sejumlah korporasi yang merusak hutan dan ekosistem di Sumatera Utara. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih, tegas Rektor mengakhir sambutannya.

Kuliah Umum Ini diketuai oleh Dr. Dimpos Manalu, .M.Si, dan dihadiri oleh para Pegiat Lingkungan Hidup seperti CDRM & CDS-UHN, Medan; KSPPM, Parapat; BAKUMSU, Medan; PETRASA, Dairi; WALHI Sumatera Utara, Medan; KPA Sumut, Medan; BITRA Indonesia, Medan; YDPK Dairi, Sidikalang; AMAN Tano Batak, Balige; BRWA Sumut, Balige; Yayasan Ate Keleng, Sukamakmur; YAPIDI, Pancurbatu; Green Justice Indonesia, Medan; SEKBER GOKESU, Pematang Siantar/Medan. Hadir WR I Dr. Jadongan Sijabat, M.Si, WR III Drs. Maringan Panjaitan, M.Si, WR IV Dr. Erika Pardede, MAppSc, dan unsur dosen lainnya. Hadir Juga Ketua Umum KMDT Edison Manurung, SH, MM.


Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Di Depan Menteri Lingkungan Hidup RI, Rektor UHN Medan Tegaskan Komitmen Ephorus HKBP Tentang Supremasi Ekologi

Berita

Kembali Puncaki Dosen Terbaik UHN, Prof. Junita Batubara: "Apresiasi Jangan Berhenti di Panggung Seremonial

Berita

Dari Kampus UHN Medan, Menteri Lingkungan Hidup Ajak Tobat Ekologis Nasional Menuju Supremasi Ekoologi

Berita

LEGACY REKTOR UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN (Dr. RICHARD A. M. NAPITUPULU, S.T., M.T) DALAM PENGUATAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PERIODE 2023–2026, Oleh: Dr. Hendrik L. Simanjuntak, S.Sn., M.Sn :

Berita

GERAKAN BERSAMA KRISTUS (GBK) DAN GERAKAN BERDASAR KASIH (GBK) Dari Gelora Bung Karno, HKBP mengucap syukur atas 165 tahun pemeliharaan Tuhan, Oleh: Dr. dr. Leo Simanjuntak, SpOG (Dekan Fakultas Kedokteran Nommensen Medan)

Berita

Hadir di Puncak HUT 165 HKBP di GBK, Rektor Berharap Ini Momentum Perkuat Persuadaran, Kebersamaan dan Solidaritas