AHLI BEDAH SARAF DARI NEGERI BELANDA KULIAH TAMU INTERNASIONAL DI KEDOKTERAN NOMMENSEN: Hidup Berkualitas Setelah Stroke

Redaksi
Redaksi
Dr.Indra Tjahja,PhD didampingi moderator dr.Prima Heptayana Nainggolan,SpN pada sesi diskusi dalam “International Guest Lecture” di Aula Lantai 6 FK UHKBP

Sesi diskusi dalam “International Guest Lecture” di Aula Lantai 6 FK UHKBPN

MEDAN " Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen (FK UHKBPN) kembali menggelar Kuliah Tamu Internasional yang menjadi agenda rutin pengembangan akademik mahasiswa. Pada Rabu, 18 Maret 2026, civitas akademika FK UHKBPN mendapatkan kesempatan berharga menyimak pemaparan ilmiah dari narasumber kelas dunia asal Negeri Belanda, dr. Indra Tjahja, PhD, seorang ahli bedah saraf terkemuka dari Dutch Academy of Neurosurgery Foundation (DAN). Bertempat di Aula Lantai 6 FK UHKBPN, kegiatan ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kebutuhan klinis masa kini: "Hidup Berkualitas Setelah Stroke".

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FK UHKBPN, Dr. dr. Leo Simanjuntak, SpOG. Dalam sambutannya, Dekan menegaskan pentingnya membangun konektivitas ilmiah yang melampaui batas nasional. Beliau mendorong seluruh mahasiswa untuk tidak hanya membangun jaringan akademik di tingkat nasional, tetapi juga mengembangkan relasi intelektual di tingkat internasional demi memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terkini. "Mahasiswa FK UHKBPN harus memiliki jaringan ilmiah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Dengan begitu, wawasan kalian akan semakin luas dan kalian akan terus berkembang bersama ilmu yang terus bergerak maju," ujar Dr. dr. Leo Simanjuntak, SpOG dalam sambutannya.

Dalam paparannya yang komprehensif, dr. Indra Tjahja, PhD menyampaikan bahwa kunci keberhasilan pemulihan pasca-stroke terletak pada tiga pilar utama: diagnosis dini, penanganan yang cepat dan tepat, serta rehabilitasi terstruktur oleh tim multidisiplin. Menurutnya, kecepatan respons terhadap gejala stroke merupakan faktor penentu yang sangat kritis dalam menentukan tingkat pemulihan fungsi neurologis pasien. Narasumber menjelaskan bahwa pemulihan yang mendekati sempurna sangat mungkin dicapai apabila pasien mendapatkan penanganan segera setelah timbulnya gejala, dan diikuti dengan program rehabilitasi yang melibatkan tim lintas keahlian " mulai dari neurolog, fisioterapis, terapis wicara, psikolog klinis, hingga tenaga keperawatan yang terlatih. Pendekatan holistik dan kolaboratif ini, menurut dr. Indra, merupakan standar penanganan stroke yang kini diterapkan di pusat-pusat neurologi terkemuka di Eropa.

Pemaparan berlangsung interaktif dan dinamis dipandu dengan sangat baik oleh moderator dr. Prima Heptayana Nainggolan, SpN. Sesi diskusi tanya-jawab menjadi momen yang sangat berkesan, di mana para mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar manajemen stroke, teknik bedah saraf terkini, serta implementasi rehabilitasi berbasis bukti. "Saya sangat terkesan dengan semangat dan keingintahuan mahasiswa di sini. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menunjukkan pemahaman yang baik dan minat yang besar terhadap ilmu bedah saraf," ungkap dr. Indra Tjahja, PhD menyampaikan apresiasinya.

Ketua Panitia yang juga adalah WD1, dr. Henny Ompusunggu, MBiomed, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Indra Tjahja, PhD atas kesediaan beliau berbagi ilmu dan pengalaman klinis kepada mahasiswa FK UHKBPN. Apresiasi juga disampaikan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK UHKBPN yang telah memberikan kontribusi nyata dalam penyelenggaraan kegiatan ini sehingga berjalan lancar dan tertib.

Kegiatan kuliah tamu ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan dosen FK UHKBPN, di antaranya Wakil Dekan II dr. Novita Simanjuntak, MARS; dr. Helena Rugun, MKT; dr. Maruatas Silalahi, SpPD; dr. Surjith Singh; serta Dr. dr. Hotma Partogi Pasaribu, MKed(OG), SpOG(K). Kehadiran para dosen senior ini semakin memperkuat nuansa akademik dan kolegialitas yang mewarnai jalannya acara.

Acara ditutup dengan momen yang penuh kehangatan dan kekhasan budaya Batak. Dekan FK UHKBPN, Dr. dr. Leo Simanjuntak, SpOG, secara langsung menyematkan ulos kepada dr. Indra Tjahja, PhD sebagai ungkapan kasih, persaudaraan, dan apresiasi mendalam dari segenap keluarga besar FK UHKBPN. Pemberian ulos merupakan tradisi luhur masyarakat Batak yang mengandung makna penghargaan tertinggi, menggarisbawahi bahwa kontribusi ilmiah dr. Indra tidak hanya diterima secara akademis, tetapi juga disambut dengan sepenuh hati.

Kuliah Tamu Internasional ini sekali lagi membuktikan komitmen FK UHKBPN dalam mewujudkan visi akademik bertaraf global, sejalan dengan semangat motto institusi "Pro Deo et Patria" " Untuk Tuhan dan Tanah Air. Dengan memadukan keunggulan ilmu pengetahuan internasional dan kekayaan nilai budaya lokal, FK UHKBPN terus melangkah dalam membentuk tenaga medis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga berkarakter dan berhati nurani.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Supermsemar dan Dokter (Surat Perintah Dari Hati Nurani) : Oleh: Dr. dr. Leo Simanjuntak SpOG (Dekan Fakultas Kedokteran UHN Medan)

Berita

FK Nommensen Kukuhkan Sarjana Kedokteran (SKed) Angkatan Pertama Tahun Akademi 2025/2026

Berita

Tunjukkan Kepedulian dan Cinta Almamater Alumni Kedokteran Nommensen Sumbang Keyboard untuk Kegiatan BEM

Berita

Alumni Kedokteran Nommensen Berbagi Kasih di HKBP Exaudi Pardomuan Simpang Marindal

Berita

FAKULTAS KEDOKTERAN NOMMENSEN MELULUSKAN 33 DOKTER BARU ANGKATAN KE 27

Berita

Dr.dr. Leo Simanjuntak, SpOG Tegaskan Kebulatan Tekad Kedokteran Nommensen Menuju Rekognisi Global 2028