Pdt. Imelda Butarbutar: Jadikan Tahun 2026 Tahun Pertobatan Radikal dan Maksimalkan Kesempatan Kepada Tuhan

Redaksi - Selasa, 06 Januari 2026 08:46 WIB
Pdt. Imelda Butarbutar: Jadikan Tahun 2026 Tahun Pertobatan Radikal dan Maksimalkan Kesempatan Kepada Tuhan
Jonson RGG
Pdt. Imelda Butarbutar STh, M.Psi saat mmebawakan Kebaktian Tahun 2026 di Ruang Dr. Justin UHN Medan baru baru ini
Kita telah diberikan kesempatan oleh Tuhan, mari memkasimalkan dan menggunakan kesempatan itu dengan baik untuk bertobat secara radikal dan beriman kepada Yesus Kristus sebagai juru selamat kita, dimana Tuhan memelihara hidup kita sampai hari ini. Hal itu ditegaskan oleh Pdt Imelda Butarbutar, STh, M.Psi, Pendeta Universitas HKBP Nommensen Medan yang juga Dosen di Prodi Pendidikan Agama Kristen FKIP UHN Medan saat memimpin Kebaktian pagi di Ruang Justin UHN Medan, (Selasa, 6/01/2026). Masih menurut Pdt Imelda, dengan memaksimalkan kesempatan dengan baik untuk mengikut dan percaya Yesus adalah panggilan kita semua. Pdt Imleda mengajak untuk mmebangun Pola hidup radikal untuk mengikut Yesus harus kita lakukan, jangan tunda lagi karena itu adalah kesempatan yang sangat berharga. Kesempatan pertobatan harus kita lakukan dengan baik, segera lah percaya, karena waktunya sudah dekat. Ketika kita berbuat baik, buah dari pertobatan. Dalam kotbahnya Pdt Imelda menegaskan bahwa Bertuhan jauh lebih baik dari beragama. Candu agama bisa menjerumuskan orang lain. Orang yang Bertuhan, hidupnya akan diserahkan kepada Tuhan. Mari menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. Kita tidak layak lagi menerima keselamatan, tetapi Yesus dengan segala kerendahan hatinya turun menjadi manusia menyelamatkan kita. Pdt Imelda menegaskan bahwa Bermula dari mendengar firman, mari jadi pelaku firman dan teladan bagi siapa saja. Mari menjadi anak Tuhan melalui ketaatan. Membangun ketaatan butuh energi, butuh komitmen jangka panjang, dan kerja keras dari pribadi kita. Mari meninggalkan kesenangan dunia ini, sebagai buah dari ketaatan. Jauhi segala bentuk kejahatan dan persekongkolan karena itu tidak berkenan kepada Tuhan. Buka mata rohani kita untuk kebaikan, dan jadikanlah dirimu sebagai mimbar kotbah karena itu adalah jalan keselamatan yang dianugerakan oleh Tuhan, tegas Pdt. IMelda mengakhiri kotbahnya.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi