Meresahkan, Siswa di Medan Lakukan Pembegalan

Melakukan konvoi kemudian mencegat pengguna jalan
Redaksi - Sabtu, 29 Oktober 2022 20:42 WIB
Meresahkan, Siswa di Medan Lakukan Pembegalan
Istimewa
Tangkapan layar CCTV milik Dishub Medan

Benar-benar meresahkan. Puluhan pelajar di Medan melakukan pembegalan saat konvoi. Tidak tanggung-tanggung, dua pengendara sepeda motor di tengah jalan menjadi korban. Mereka juga menyerang korban menggunakan stik bisbol dan celurit.
Aksi barbar puluhan siswa tersebut terjadi di Jalan Gagak Hitam, Kota Medan, pada Jumat (21/10). Momen itu terekam kamera CCTV milik Dishub Medan.

Awalnya, Sabtu (29/10/2022), terlihat dua pengendara sepeda motor tersebut terjebak macet di lokasi. Dari arah berlawanan, datang puluhan siswa yang sebagian memakai seragam Pramuka.

Tanpa ampun puluhan siswa tersebut lalu memukuli dan membacok korban yang tampaknya juga masih remaja. Korban pun terlihat berlari dan meninggalkan sepeda motornya di tengah jalan.

Gerombolan siswa itu terus mengejar dan menyerang korban. Tampak empat remaja yang menjadi korban begal itu ketakutan dan menyelamatkan diri. Sepeda motor korban pun dicuri para pelaku.Saat itu beberapa kendaraan juga berhenti. Namun tak ada yang menolong korban.

Polisi menyelidiki kasus tersebut dan sudah mengidentifikasi beberapa pelaku. "Semua pelajar, beberapa pelaku sudah kita identifikasi," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa.

DPRDSumut Minta PolisiBertindak Cepat

Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting buka suara terkait kejadian itu. Dia meminta jajaran kepolisian bertindak cepat menangkap pelaku kejahatan jalanan yang menghebohkan di Jalan Gagak Hitam, tersebut.


"Saya baru melaksanakan kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di dua sekolah hari ini dan terus mengingatkan para pelajar tidak terjerumus dalam narkoba, tidak ugal-ugalan apalagi melakukan kejahatan yang berujung pidana," ujarnya.

Baskami mengaku prihatin. Sebab kejahatan jalanan itu dilakukan kaum pelajar. Karena itulah dia meminta agar kegiatan-kegiatan yang positif bagi remaja perlu digalakkan.

"Kami baru saja menyelesaikan ajang kejuaraan kolaborasi antar pelajar juga turnamen sepakbola, sebagai wadah para anak muda untuk terus mengembangkan bakatnya," imbuhnya.

Baskami juga meminta, pada peringatan Sumpah Pemuda ini, sudah selayaknya kaum muda untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa. Tak hanya itu, dia mengingatkan orangtua agar memantau kegiatan anak anaknya.

"Saya juga meminta para orangtua untuk terus memantau kegiatan anak-anak kita. Apabila belum cukup umur, jangan diberikan sepeda motor," jelasnya.

Penulis
: Istimewa
Editor
: Toga Nainggolan