Kolega Prof. Poltak Sihombing, PhD Jadi Guru Besar, Dr. Ronsen Purba, Dr. Humuntal Rumapea, Maringan Situmeang, Apresiasi Capaian Sahabat

Redaksi - Senin, 17 Juli 2023 13:15 WIB
Kolega Prof. Poltak Sihombing, PhD Jadi Guru Besar, Dr. Ronsen Purba, Dr. Humuntal Rumapea, Maringan Situmeang,  Apresiasi Capaian Sahabat
Redaksi
Dr. Ronsen Purba, MSc, Prof. Poltak Sihombing, M.Kom, PhD, Drs. Maringan Situmeang, M.Kom foto bersama setelah selesai pengukuhan di USU baru baru ini

Sebagai kolega dan sebagai teman sejati yang sama bergelut dalam dunia pengajaran Teknik dan Ilmu Komputer di Kota Medan ini, saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada sahabat kami Prof. Poltak Sihombing, M.Kom, PhD sebagai Guru Besar Ilmu Komputer di FAsilkom USU, tegas Dosen Senior Ilmu Komputer seperti Dr. Ronsen Purba dosen Universitas Mikroskil Medan, Dr. Humuntal Rumapea, M.Kom Rektor Universitas Methodist Indonesia Medan, dan Drs. Maringan Situmeang, M.Kom praktisi dan ushawan dalam bidang IT.

Ronsen Purba yang pernah kuliah S2 di Amerika Serikat (USA) melalui program Bappenas ini mengatakan capaian yang diraih oleh Prof. Poltak adalah motivasi bagi kita semua, khususnya anak-anak muda untuk membangun spirit kerja keras. Ingat, kerja keras, kreatif, inovatif, kejujuran, adalah nilai yang harus kita tanamkan agar ini jadi pedoman dalam hidup kita, tegas Ronsen Purba yang merupakan dosen senior Ilmu Komputer di Kota Medan ini.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Dr. Humuntal Rumapea, M.Kom yang merupakan sahabat kompak Prof. Poltak Sihombing juga sangat bangga bahwa Poltak bisa jadi Guru besar dan ini jadi penyemangat bagi kita, tegas Rektor UMI yang juga abru selesai menyelesaikan S3 Ilmu Komputer USU ini. Kita harapkan dari FIKOM UMI bisa juga lahir guru besar dan ini jaadi sebuah motivasi bagi kita semua, tegas Rektor UMI lagi.

Sementara Drs. Maringan Situmeang, M.Kom juga mengatakan hal yang sama. Prof. Poltak adalah sahabat saya kuliah S2 di Magister Komputer UI Jakarka dan saya sangat bangga juga kolega saya bisa jadi guru besar yang merupakan capaian yangs angat bagus sebagai akademisi, tegas Maringan Situmeang yang saat ini sedang menjadi pengusaha di bidang IT.

Dalam panatauan media, Prof. Poltak Sihombing yang merupakan lulusan PhD School of Computer Science Universiti Sains Malaysia ini menegaskan kita harus mengejar ketertinggalan ini, faktor SDM digital jadi salah satu faktor penentu untuk dapat bersanding pada Emerging Technology (teknologi yang sedang berkembang) saat ini. Jika tidak, maka bagaikan software yang “memangsa dunia”, hanya mereka yang memahami teknologi tersebut yang akan mengontrol pergerakan setiap sendi dunia. Sudah tentu kita tidak mau tertinggal dengan hanya duduk di “driving seat”, atau mengekor di “passenger seat”. Pilihan kita sebagai akademisi tentu ikut bertanggung jawab akan hal ini, dengan berupaya menggali cara pembelajaran yang mumpuni sebagai salah satu pintu gerbang menuju sukses di era Emerging Technology yang sudah bergulir saat ini, tambah Poltak Sihombing lagi.

Emerging Technology adalah teknologi baru yang sedang berkembang mencakup beberapa bidang antara lain: Robotik, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Simulator, Teknologi Nano, Komputerisasi Quantum, Bioteknologi, Teknologi Wireless Generasi kelima (5G), 3D Printing, Kenderaan otomatis, Augmented Reality, dan Teknologi Lainnya. Secara umum bahwa otak penggerak pada Emerging Technology ini adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatkan Mikrokontroler dan Mikroprosesor untuk pengolahan datanya. Beberapa sumbangsih pemikiran dan hasil penelitian selama ini yang sudah saya lakukan dengan beberapa teman dosen dan mahasiswa akan saya kemas dalam pidato ini dan difokuskan ke beberapa bidang tetentu saja karena waktu yang terbatas.

Transformasi digital adalah penggunaan teknologi untuk mentransformasi proses analog menjadi digital, yang telah mengalami digitalisasi di semua bidang dalam hidup kita. Transformasi digital lebih merujuk pada cara teknologi merevolusionerkan bisnis dengan berbagai bidang teknologi yang baru. Salah satu faktor penting teknologi penggerak transformasi digital ini adalah pendalaman teknologi sistim digital itu sendiri yang banyak memanfaatkan mikrokontroller. Dalam satu unit sirkuit mikrokontroller disebut MCU (Micocontroller Unit) saat ini umumnya sudah dikemas didalamnya Mikroprosesor dan Assembly untuk mengoperasikannya. Mikroprosesor disebut CPU (Central Processing Unit) terdiri dari rangkaian digital terintegrasi (Integrated Circuit, IC) yang berisi sirkuit Arithmetic logic unit (ALU), Control Unit (CU), dan Register. Mikrokontroler disingkat μC, atau MCU menjadi sebuah komputer mini dibangun pada satu sirkuit terpadu yang terdiri dari beberapa komponen seperti CPU dilengkapi dengan ROM, RAM, Port I/O, Timer dan komponen lainnya. CPU menjadi kernel (inti) utama yang bekerja sebagai pusat pengolah data dan pengendalian pada sistem komputer tersebut, tambah Prof. Poltak Sihombing lagi.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi