Juli E. Restu War dorong konsolidasi nasional untuk kawal pembentukan provinsi kepulauan nias.

Redaksi - Kamis, 08 Oktober 2026 20:32 WIB
Juli E. Restu War dorong konsolidasi nasional untuk kawal pembentukan provinsi kepulauan nias.

jurnalpemerintahan.com -Jakarta, Tokoh pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan, komunitas masyarakat, dan elemen pemuda Kepulauan Nias di seluruh Indonesia untuk memperkuat konsolidasi dan mengambil peran aktif dalam mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.

Juli menegaskan, perjuangan pembentukan provinsi tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah daerah maupun Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN). Keterlibatan organisasi masyarakat dan pemuda dinilai penting untuk memperluas partisipasi publik, memperkuat persatuan, dan menjaga konsistensi perjuangan.

“Sudah saatnya organisasi dan komunitas masyarakat serta pemuda turun tangan secara langsung. Jangan hanya menunggu, tetapi ambil bagian dalam menyuarakan dan mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias,” tegas Juli E. Restu War dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Menurut Juli, setiap organisasi memiliki jaringan, sumber daya, dan kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk membangun gerakan bersama. Karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi lintas organisasi serta komunikasi dengan BPP-PKN agar penyampaian aspirasi berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.

Ia juga mengajak Forum Tokoh Kepulauan Nias, organisasi perempuan, forum pemuda, komunitas adat dan budaya, mahasiswa, aktivis, tokoh masyarakat, serta aliansi masyarakat Nias di berbagai daerah untuk berkontribusi sesuai peran masing-masing.

Juli menekankan bahwa perbedaan pandangan politik, kepentingan pribadi, maupun kepentingan sektoral tidak seharusnya menjadi penghalang bagi kerja sama dalam mengawal aspirasi masyarakat.

“Perjuangan ini membutuhkan persatuan dan kontribusi nyata. Seluruh elemen masyarakat harus mampu mengesampingkan kepentingan yang memecah kebersamaan dan membangun koordinasi demi tujuan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Juli mendorong sinergi antara aspirasi masyarakat melalui pendekatan bottom-up dan dukungan kebijakan melalui pendekatan top-down. Menurutnya, keduanya perlu berjalan beriringan dengan tetap memperhatikan persyaratan administratif, ketentuan perundang-undangan, dan mekanisme resmi pembentukan daerah otonom baru.

Ia berharap konsolidasi lintas organisasi dapat memperkuat penyampaian aspirasi masyarakat Kepulauan Nias sekaligus mendorong perhatian terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

“Jangan biarkan perjuangan ini berjalan sendiri. Saatnya organisasi, komunitas masyarakat, dan pemuda bersatu, memperkuat koordinasi, serta mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias secara damai, terarah, dan konstitusional,” tutup Juli E. Restu War.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi