Jadi Pane Tegaskan Kembalikan Romantisme Masa Lalu, Sekolah Kristen Harus Berperan Ciptakan Generasi Emas 2045

Redaksi - Rabu, 03 September 2025 15:15 WIB
Jadi Pane Tegaskan Kembalikan Romantisme Masa Lalu, Sekolah Kristen Harus Berperan Ciptakan Generasi Emas 2045
Jonson Rgg
Jadi Pane, S.Pd, MM dalam sebua kesempatan di abadikan pada acara MPKW Sumut NAD baru baru ini
Perguruan Kristen atau Sekolah Kristen harus kembali merebut, mengembalikan, dan melahirkan romantisme masa lalu dimana Sekolah Kristen itu adalah unggulan, favorit, dan punya mutu yang sangat bagus. Untuk itu, tata kelola intenral, orientasi visi sekolah, dan analisis SWOT harus dilakukan agar Sekolah Kristen itu kembali menjadi sekolah yang unggul kembali. Hal itu ditegaskan oleh Jadi Pane, S.Pd, MM mantan Pendidik, Mantan Anggota Yayasan UHN, dan Pernah jadi Sekretaris DPD PIKI Sumut dan Korwil GMKI Sumut-NAD disela-sela perayaan HUT ke 55 Majelis Pendidikan Kristen Wilayah Sumut �"NAD baru baru ini di Perguruan Kristen Immanuel Medan. Jadi Pane, S.Pd, MM menegaskan lagi, evaluasi menyeluruh secara internal dengan melihat kondisi linngkungan eksternal sangat urgen dilakukan. Saat perguruan yang lain melakukan pembenahan dengan pembenahan yang holistik, maka Perguruan Kristen harus melakukan yang sama. Spirit sejarah masa lalu atau romantisme masa lalu harus jadi vitamin penyemangat sekolah Kristen, bahwa mereka pernah jadi icon, simbol dari pendidikan bermutu, tegas Jsdi Pane, S.Pd, MM lulusan S1 IKIM Mdan ini lagi. Seperti dilihat oleh media, Perayaan ulang tahun ke-55 Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut-Aceh menjadi momen kerinduan para tokoh Kristen di Sumatera Utara untuk mengembalikan kejayaan perguruan Kristen seperti era 1960-an hingga 1990-an. Pada masa itu, sekolah-sekolah Kristen seperti Perguruan Immanuel dan Perguruan Nasrani Medan dikenal sebagai pilihan utama masyarakat lintas suku dan agama. Kualitas pendidikan dan disiplin yang tinggi membuat lulusannya mampu mendominasi berbagai perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Namun, memasuki awal 2000-an hingga saat ini, sebagian besar sekolah Kristen di Sumut, khususnya di Medan, mulai meredup. Ketua MPKW Sumut-Aceh, Dr. RE Nainggolan, menyebut, kondisi tersebut sebagai fenomena "3T", yakni tertinggal, terpuruk dan terlupakan. "Sekitar 15 persen sekolah tidak lagi mendapat penambahan murid sehingga semakin menurun. Akibatnya sekolah-sekolah tertinggal dan akhirnya terlupakan. Bahkan, 10 persen di antaranya sudah tutup. Ini menjadi beban kita," ujar RE Nainggolan. Ia mencontohkan, Perguruan Kristen Immanuel, di Jalan Sudirman Medan, yang dahulu pernah berpredikat terbaik, kini meredup. Karena itu, MPKW berupaya menghimpun para tokoh Kristen untuk mencari solusi bersama mengembalikan kejayaan pendidikan Kristen. Dalam perayaan tersebut hadir sejumlah tokoh, antara lain Pdt. Dr. R. Bambang Jonan, Kepala BI Wilayah Sumut Rudi Hutabarat, mantan pejabat Pemprov Sumut Bukit Tambunan, Edward Simanjuntak, Bonar Sirait, Washington Tambunan, politisi Jhon Eron Lumban Gaol, Ketua PWKI Veronica Sitanggang, pejabat Pemprov Sumut Agustinus Panjaitan, serta para Praeses HKBP dan tokoh masyarakat lainnya. Pdt. Dr. R. Bambang Jonan menyoroti hasil riset Bambang Wijaya yang menyebut perguruan Kristen ternama di Indonesia kini hanya tersisa dua, yakni Universitas Maranatha Bandung dan Universitas Satya Wacana Salatiga. "Dalam situasi menurunnya kualitas perguruan Kristen di Sumut, saya mengajak pimpinan gereja dan lembaga kerohanian untuk memikirkan kembali mutu pendidikan Kristen," tegasnya. Senada, Kepala Perwakilan BI Sumut, Rudi B. Hutabarat, menegaskan bahwa mendidik generasi muda adalah panggilan iman. "Produk pendidikan Kristen harus mampu menyiapkan generasi yang takut akan Tuhan," ujarnya. Sementara itu, anggota DPRD Sumut, Dr. Timbul Sinaga, juga mengakui terjadinya penurunan kualitas sekolah Kristen. Ia mendorong MPKW menjadi organisasi strategis untuk membangun kembali perguruan Kristen di Sumut dan Aceh. "Untuk memperbaikinya, perlu ada rapat besar bersama seluruh perguruan tinggi. Misi Kristen adalah menciptakan generasi yang berpendidikan, sehat, dan mandiri secara ekonomi. Seperti Nommensen yang dalam pelayanannya mendirikan sekolah dan rumah sakit, warisan itu harus kita tingkatkan," ungkap politisi Partai Nasdem tersebut.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi