Mengandung Zat Radioaktif, Pisang Terbukti Bisa Cegah Penyakit Jantung

Redaksi
Foto: Istimewa
Kaya zat gizi yang penting. Pisang dijajakan di pasar tradisional.

Salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi di dunia adalah pisang. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui keistimewaan buah yang melimpah di daerah tropis seperti Indonesia ini. Buah yang ketika matang berkulit kuning ini memiliki kandungan gizi termasuk nutrisi yang diperlukan yang bisa membantu melindungi kesehatan seseorang, di antaranya magnesium, potasium, mangan, serat, protein, dan vitamin seperti B6 dan C.

Mengonsumsi pisang bisa menurunkan tekanan darah, mengurangi kemungkinan kanker dan bahkan menurunkan risiko serangan jantung.

Pisang merupakan sumber yang kaya akan potasium atau kalium. Faktanya, satu buah pisang mengandung 455 mg potasium. Setiap detak jantung sangat bergantung pada kalium ini. Ini mendorong jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh sekitar 100.000 kali setiap hari.

Selain itu, unsur itu juga memfasilitasi fungsi neuron, otot, membantu ginjal dengan penyaringan darah dan mengatur aliran nutrisi masuk dan keluar dari sel yang selanjutnya membantu dalam menjaga tingkat cairan tubuh.

Dikutip dari Times of India, menurut penelitian baru, dokter pada akhirnya bisa membantu pasien untuk mencegah beberapa penyakit jantung dengan memeriksa kadar kalium.

Para peneliti baru-baru ini melakukan penelitian menggunakan tikus dan menemukan hubungan antara asupan kalium makanan rendah dan perkembangan kalsifikasi arteri dan kekakuan aorta.

Penyakit jantung pada orang biasanya diprediksi oleh kekakuan aorta, atau sering dikenal sebagai “pengerasan arteri.”

Para peneliti menunjukkan bahwa tikus yang diberi diet kalium rendah memiliki tingkat kekakuan aorta yang lebih tinggi daripada tikus yang diberi diet kalium normal.

Radioaktif

Fakta lain yang tidak banyak disadari orang tentang pisang adalah sifat radioaktifnya. Semua orang selalu waspada dari zat radioaktif. Yang terbayang adalah bencana akibat ledakan bom atom atau nuklir. Apakah Anda tahu pisang juga mengandung bahan radioaktif? Apa jadinya jika Anda menelan langsung zat tersebut melalui makanan yang tak diduga, yaitu sebuah pisang? Percaya atau tidak, pisang pada dasarnya mengandung zat radioaktif.

Dilansir dari Unrealfacts, meski mengandung zat radioaktif, pisang tidak berbahaya sama sekali. Anda baru mungkin menderita paparan serius jika memakan lima juta buah pisang dalam sekali makan.

Pisang adalah zat radioaktif karena mengandung isotop kalium. Kalium-40 (K-40) adalah sekitar 0,01 persen dari semua kalium. Ia memiliki paruh sekitar 1,25 miliar tahun. Akibatnya, jika kita mengonsumsi pisang, maka tubuh menyerap radiasinya.

Untuk setiap gram K-40, sekitar 31 atom per detiknya akan membusuk. Ada juga makanan radioaktif lainnya, termasuk kentang, kacang-kacangan (terutama kacang Brazil), dan kacang merah. Kalium pada dasarnya merupakan elemen penting untuk nutrisi tubuh.

Seorang ilmuwan bernama Randall Munroe mencoba menyusun grafik khusus yang menunjukkan perspektif jumlah radiasi yang diterima manusia dalam situasi berbahaya, seperti satu jam terpapar Chernobyl, atau dalam kondisi biasa, seperti makan pisang. Munroe mencatat pisang hanya membuat seseorang terekspose radiasi dengan dosis sangat rendah.

Artinya, fakta mencengangkan soal kandungan radioaktif ini jangan sampai membuat Anda berhenti mengonsumsi buah dengan khasiat luar biasa ini.

Sudahkah Anda makan pisang hari ini?

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Senggang

Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang Ajak Umat Kristen Pergunakan Ragam Karunia Untuk Kemuliahn Tuhan dan Pertumbuhan Gereja

Senggang

Dengan Nilai 85,25 Prodi S2 MIA Peringkat 5 Monev Semester Genap di UHN Medan

Senggang

Raih AIPT Unggul, Dorong Guru Besar, Kepala LLDIKTI Sumut Prof. Siaful Anwar Matondang Rekomendasikan Dr. Richard AM Napitpulu, ST MT Dua Periode Untuk Bersinergi denga LLDIKTI Sumut

Senggang

Fantastis dan Membanggakan, Prof. Junita Batubara, M.Sn, PhD Dosen Terbaik Peringkat 1 SINTA diumukan Pada Wisuda UHN 2026, Sunday Ade Sitorus, SE, M.Si Peringkat II, dan Dr. Arsen Peringkat III,

Senggang

Sambutan Rektor UHN Medan Dr. Richard AM Napitupulu, ST, MT Pada Wisuda I Tahun 2026

Senggang

Rektor UHN Medan dan Sekretaris Yayasan UHN Apresiasi Kehadiran Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon di HKBP Ampera Medan