Kinerja ekspor masih menjadi penggerak ekonomi utama Sumatra Utara. Hal ini juga turut ditopang tetap kuatnya pertumbuhan domestik, khususnya investasi sejalan dengan masih berlangsungnya akselerasi pembangunan berbagai proyek strategis.
"Kinerja ekspor menyumbang sebesar 44,11 persen. Pada triwulan III ini, kinerja ekspor 12,47 persen yang sebelumnya sebesar 12,07 persen. Kinerja ekspor masih menjadi motor penggerak ekonomi utama Sumatera Utara," kata Kepala BI Kantor Perwakilan Sumut, Doddy Zulverdi, dalam Bincang Bareng Media (BBM), Jumat (25/11/2022) di di lantai III Gedung Bank Indonesia Sumut, Medan.
Doddy didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Ibrahim dan Wakil Deputi Direktur BI Sumut, Poltak Sitanggang bersama pejabat Bank indonesia Sumut.
Ekonomi Sumut tercatat tumbuh 4,97 persen secara YoY pada triwulan III 2022. Jumlah itu naik jika dibanding sebelumnya hanya sebesar 4,70 persen.
Doddy menyebut bahwa geliat ekonomi juga turut ditopang dari kuatnya permintaan domestik sejalan dengan masih berlangsungnya akselerasi pembangunan berbagai proyek strategis.
"Sebagian besar sektor utama seperti perdagangan, industri dan transportasi juga mencatatkan akselerasi," ujarnya.
Berdasarkan dari data BI Sumut, sektor perdagangan menyumbang 19,19 persen, sektor industri sebesar 18,90 persen dan transportasi sebesar 4,58 persen.
Hingga saat ini, menurut Doddy, dengan adanya aktivitas perdagangan yang mulai pulih dan indeks penjualan yang meningkat membantu penguatan ekonomi di Sumut.
"Tetap kuatnya ekonomi di Sumatera Utara tercermin dari beberapa indikator ekonomi terkini. Aktivitas perdagangan dan dunia usaha terus meningkat tercermin dari peningkatan indeks penjualan riil," ucapnya.