Universitas HKBP Nommensen Medan sebagai sebuah Perguruan tinggi swasta (PTS) yang didirikan untuk misi sosial dan misi membangun sumber daya manusia yang berkarakter Kristen dan milik HKBP selalu punya kepedulian sosial yang tinggi dalam melihat berbagai realitas sosial, termasuk masyarakat yang terdampak korban bencana alam. Hal itu ditunjukkan saat tim Psikososial UHN Medan memberikan bantuan psikologis pada korban bencana alam di Desa Simangulampe Kecamatan bakti Raja, (16/12/2023)
Kegiatan Psikososial Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen Medan pada penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan, dilaksanakan selama tiga hari yang dilaksanakan pada tanggal 16-18 Desember 2023. Fakultas Psikologi menugaskan dua orang dosen Ervina Siahaan, M.Psi, Psi & Rocky Leo Silalahi, S.Psi., M.Si dan tiga orang mahasiswa yaitu Johansen Sipayung, Ema Simorangkir, Plenary Hia dalam melaksanakan kegiatan psikososial. Kegiatan psikososial yang dilakukan merupakan kerjasama antara tim POSTER HKBP dan juga unsur pemerintahan dalam hal ini dengan Camat Kecamatan Bakti Raja, yaitu Sanggam Lumban Gaol S.Pd.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu assement psikologi untuk mengetahui dampak psikologis pada para penyintas yang mana hasil didapatkan akan menjadi rekomendasi dalam penanganan selanjutnya bagi para penyintas. Kemudian kegiatan selanjutnya adalah memberikan bantuan psikologis awal dan pada para penyintas. Selain itu Fakultas Psikologi juga memberikan bingkisan untuk anak-anak yang terkena dampak yang menjadi hadiah natal bagi anak-anak.
Kegiatan dimulai dengan melakukan kunjungan ke rumah sementara para penyintas yang khususnya memiliki rasa takut sehingga tidak memiliki keberanian untuk meninggalkan rumah karena kuatir akan terjadi bencana yang sama kembali dan juga untuk keluarga yang kehilangan anggota keluarga dampak dari peristiwa tersebut. Selanjutnya kegiatan dilakukan secara kelompok dalam hal ini dibagi menjadi dua bagian besar untuk umat Katolik yang dilaksanakan di gereja St Mikael dan untuk jemaat HKBP yg dilakukan di gedung serbaguna.
Dalam kegiatan ini warga yang terdampak diajarkan untuk mulai belajar mengelola emosi, membuat perencanaan dan juga menumbuhkan semangat untuk menjalankan kehidupan selanjutnya. Dalam kegiatan ini akhirnya para penyintas memiliki kalimat penyemangat yaitu bahagia, sehat selalu, kami hidup.