Selain itu, imbuh Abdul Muhari, pantauan BPBD menyebutkan masyarakat sudah kembali beraktivitas normal pascakejadian.
Dikutip dari Indomedia, peristiwa tanah longsor ini terjadi pada Jumat, 11 November 2022 pukul 16.30 WIB. Insiden tersebut juga dibarengi dengan banjir setelah debit air Sungai Aek Sarasa dan Aek Sirahar meluap. Sebelumnya terpantau hujan lebat menguyur kawasan di sejumlah kawasan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
BPBD mengidentifikasi banjir menerjang tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Barus, Kolang, dan Sorkam. Sedangkan tanah longsor terjadi di Kecamatan Barus Utara, dan Andam Dewi.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 836 KK terdampak dan jatuhnya korban jiwa sebanyak tiga warga. Banjir mengakibatkan rumah rusak ringan satu unit dan jembatan rusak satu, sedangkan longsor rumah rusak berat satu, rumah terdampak tujuh, dan ruas jalan nasional tertimpa material.
Pascakejadian ini, BNPB tetap mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga. Prakiraan cuaca pada hari ini, Kamis, 17 November 2022, wilayah terdampak banjir masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Waspadai hujan deras dengan durasi lama. Apabila ini terjadi, warga yang tinggal di sekitar lereng bukit dapat melakukan evakuasi dini. Di samping itu, saat banjir lakukan evakuasi secara aman dengan memastikan rute evakuasi yang direkomendasikan tim siaga desa atau BPBD setempat. Apabila tidak dapat melakukan evakuasi, hubungi pihak BPBD atau tim SAR daerah, pungkas Abdul Muhari.