Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Jalan Nasional di Tapteng Sudah Bisa Dilalui

Redaksi
Foto: Akun FB Naswar Pasaribu
Pejabat Bupati Tapanuli Tengah Elfin Ilyas Nainggolan memulai hari pertamanya bertugas menanggulangi persoalan banjir dan longsor.

Berbagai organisasi perangkat daerah di Kabupaten Tapanuli Tengah didukung penuh BPBD berhasil membuka kembali akses jalan nasional di Tapanuli Tengah setelah sempat lumpuh total akibat banjir dan longsor. Material longsor berhasil dibersihkan sehingga jalan nasional kembali dapat dilalui kendaraan pada Rabu malam, 16 November 2022.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 November 2022, menjelaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah mengerahkan empat unit alat berat untuk membuka Kembali akses jalan yang tertimpa material longsor sejak pekan lalu, 11 November 2022. Sebanyak dua unit beko, satu unit loader, dan satu unit dozer membersihkan bebatuan dan tanah yang menutup jalan. Setelah berhasil dilalui kendaraan, personel BPBD, Dinas Perhubungan dan kepolisian masih berada di lokasi terdampak untuk mengatur arus lalu lintas.

Selain itu, imbuh Abdul Muhari, pantauan BPBD menyebutkan masyarakat sudah kembali beraktivitas normal pascakejadian.

Dikutip dari Indomedia, peristiwa tanah longsor ini terjadi pada Jumat, 11 November 2022 pukul 16.30 WIB. Insiden tersebut juga dibarengi dengan banjir setelah debit air Sungai Aek Sarasa dan Aek Sirahar meluap. Sebelumnya terpantau hujan lebat menguyur kawasan di sejumlah kawasan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

BPBD mengidentifikasi banjir menerjang tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Barus, Kolang, dan Sorkam. Sedangkan tanah longsor terjadi di Kecamatan Barus Utara, dan Andam Dewi.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 836 KK terdampak dan jatuhnya korban jiwa sebanyak tiga warga. Banjir mengakibatkan rumah rusak ringan satu unit dan jembatan rusak satu, sedangkan longsor rumah rusak berat satu, rumah terdampak tujuh, dan ruas jalan nasional tertimpa material.

Pascakejadian ini, BNPB tetap mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga. Prakiraan cuaca pada hari ini, Kamis, 17 November 2022, wilayah terdampak banjir masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Waspadai hujan deras dengan durasi lama. Apabila ini terjadi, warga yang tinggal di sekitar lereng bukit dapat melakukan evakuasi dini. Di samping itu, saat banjir lakukan evakuasi secara aman dengan memastikan rute evakuasi yang direkomendasikan tim siaga desa atau BPBD setempat. Apabila tidak dapat melakukan evakuasi, hubungi pihak BPBD atau tim SAR daerah, pungkas Abdul Muhari.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait