Sedih, Medan Termasuk Kota dengan Toleransi Paling Rendah

Empat Kota di Jawa Tengah Termasuk yang Paling Toleran
Redaksi
Foto: Istimewa
Kota Medan. Dikenal sebagai simbol keberagaman, ternyata termasuk kota yang tidak toleran.

Setara Setara Institute merilis peringkat daftar kota mulai dari yang paling toleran sampai paling intoleran se-Indonesia dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2022 (6/4/2023). Menyedihkan, karena kota Medan sebagai salah satu kota terbesar dan dikenal sebagai miniatur keberagaman Indonesia ternyata tergolong kota paling intoleran.

Setara Institute merupakan lembaga swadaya masyarakat berbasis di Indonesia yang melakukan penelitian an advokasi tentang demokrasi, kebebasan politik dan hak asasi manusia. Dalam laporannya, Setara Institute melibatkan 94 kota dari total 98 kota di seluruh Indonesia.

Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan 4 variabel, seperti regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindak pemerintah, dan demografi sosio keagamaan. Dari aspek tersebut dihasilkan pengukuran praktik-praktik toleransi terbaik di kota-kota di Indonesia.

Lantas, kota mana yang paling toleran di Indonesia?

Dilansir dari keterangan resmi Indeks Kota Toleran (IKT) 2022, berikut 10 kota paling toleran di Indonesia:

1. Singkawang, Kalimantan Barat Skor: 6,583

2. Salatiga, Jawa Tengah Skor: 6,417

3. Bekasi, Jawa Barat Skor: 6,080

4. Surakarta, Jawa Tengah Skor: 5,883

5. Kediri, Jawa Timur Skor: 5,850

6. Sukabumi, Jawa Barat Skor: 5,810

7. Semarang, Jawa Tengah Skor: 5,783

8. Manado, Sulawesi Utara Skor: 5,767

9. Kupang, Nusa Tenggara Timur Skor: 5,687

10. Magelang, Jawa Tengah Skor: 5,670

Mana Saja? Kota dengan toleransi paling rendah Selain merilis laporan kota paling toleran di Indonesia, Setara Institute juga melaporkan daftar kota paling tidak toleran. Berikut kota paling tidak toleran di Indonesia:

1. Cilegon, Banten Skor: 3,227

2. Depok, Jawa Barat Skor: 3,610

3. Padang, Sumatera Barat Skor: 4,060

4. Sabang, Aceh Skor: 4,257

5. Mataram, Nusa Tenggara Barat Skor: 4,387

6. Banda Aceh, Aceh Skor: 4,393

7. Medan, Sumatera Utara Skor: 4,420

8. Pariaman, Sumatera Barat Skor: 4,450

9. Lhokseumawe, Aceh Skor: 4,493

10. Prabumulih, Sumatera Selatan Skor: 4,510.

Prestasi Jawa Tengah

Setara Institute melansir 10 kota paling toleran di Indonesia. Dari 10 kota tersebut, empat di antaranya berada di Jawa Tengah. Empat kota tersebut, yakni Kota Salatiga (urutan kedua), Kota Surakarta (ururan empat), Kota Semarang (urutan tujuh) dan Kota Magelang (urutan 10).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap capaian tersebut semakin mendorong daerah lain di wilayahnya untuk kian meningkatkan toleransi.

“Mudah-mudahan akan semakin banyak kota toleran di Indonesia. Kalau tidak salah, nomor satu Singkawang, kedua Salatiga dan Solo juga masuk,” kata Ganjar Pranowo saat mengecek persiapan Paskah di Gereja Santo Antonius Surakarta, Sabtu (8/4).

Seperti diketahui, SETARA Institute merilis laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2022. Terdapat 10 kota dengan skor toleransi paling tinggi, dari 94 kota yang menjadi objek kajian.

Banyaknya kota-kota toleran, diyakini Ganjar, membuat Indonesia bisa semakin berperan dalam membangun kedamaian di bumi.

Ganjar menyatakan, sebuah kota yang masyarakatnya berasal dari berbagai latar belakang agama, ras, suku dan golongan, sudah selayaknya bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

“Mau beda agama, suku, ras dan golongan tidak masalah kalau semua toleran, pasti membikin hidup kita nyaman semuanya,” tuturnya.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Baru Wisuda 16 Mei 2026, Dua Wisudawan 3,5 Tahun UHN Medan Historisman Zega dan Kezia Manalu diterima di Bank BUMN BTN

Berita

Baru Wisuda 16 Mei 2026, Lulusan Administrasi Bisnis Fisipol UHN Medan Diterima Di BTN

Berita

Tingkatkan Jejaring Internasional, JP Holdings Gorup Dari Jepang Kunjungi UHN Medan

Berita

BEM Fisipol UHN Medan Juara Dua Turnamen Futsal HMPS Akuntansi UHN Medan Cup 2026, Dekan Apresiasi

Berita

Sosialisasikan Sido SPMI, Dr. Hendrik Simanjuntak Tegaskan UHN Medan Menuju Ekosistem Data Mutu

Berita

Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang Ajak Umat Kristen Pergunakan Ragam Karunia Untuk Kemuliahn Tuhan dan Pertumbuhan Gereja