Perayaan Jumat Agung di HKBP Ampera Medan Berjalan Hikmad

Pdt. Resna Tiarasi Malau, S.Th Ajak Jemaat HKBP Ampera Memaknai Kematian Yesus Untuk Membuka Lembara Baru
Redaksi
Pdt. Resna tiarasi Br. Malau S.Th saat melayani jemaat di HKBP Ampera Medan pada acara perjamuan kudus yang berlangsung Hikmad pada ibadah jumat Agung

Jangan kita terus larut dalam duka melihat kematian tuhan Yesus, sesungguhnya itu membuka lembaran baru atau babak yang baru dalam kehidupan kita karena allah sangat menyayangi kita lewat kematian Anak-Nya, tegas Pdt. Resna Tiarasi Malau, STh dalam kotbahnya di HKBP Ampera Medan Jln Karya Rakyat Kel. Sei Agul Kecamatan Medan Barat. Perayaan Jumat Agung di HKBP Ampera dalam amatan Jurnal Pemerintahan berjalan dengan hikmad mulai dari kebaktian awal sampai acara peramuan kudus. Kelihatan jemaat sangat teduh dan hikmad mengikuti acara mulai dari awal sampai akhir. Eskpresi jemaat HKBP Ampera menunjukkan betapa perayaan jumat agung ini sangat sakral.

Adapun topik minggu perayaan Jumat Agung di HKBP adalah “Yesus Pokok Keselamatan Yang Abadi” membuat semua jemaat sangat teduh melaksanakan ibadah perayaan jumat agung. Masih dalam kotbahnya Pdt. Resna Br. Malau kembali mengajak semua jemaat untuk melihat dan memaknai bahwa kematian Yesus di kayu salib adalah sebuah karya penyelamatan bahwa Allah mencintai manusia. Manusia yang jatuh ke dalam dosa tidak membuat serta merta Allah Bapa meninggalkan kita tetapi Dia datang untuk menyelamatkan manusia melalui kematiannya yang hina dan oleh darahnya kita ditebus, tegas Pdt. Resna Tiarasi Malau lagi.

Pesan lain perayaan Jumat agung ini kembali menurut Pdt. Resna bahwa Jumat Agung mengingatkan kita untuk jadi manusia yang berkorban. Pengorbanan Yesus itu harus teladan bagi kita. Kitapun dalam hidup ini harus mau jadi manusia yang berkorban dan punya karakter yang kuat. Kita sebagai umat Kristen tentu harus jadi contoh di negara ini karena Yesus juga sudah berkorban dengan nyawanya untuk kita, tegas Pdt. Resna lagi.

Kemudian melalui Jumat Agung jangan membuat kita larut dalam duka, karena kematian Yesus membuka lembaran baru bagi kita. Sekalipun kematian di salib sangat hina menurut tradisi orang yahudi, tetapi Yesus mau melakukannya agar manusia beroleh keselamatan. Dengan darah dan nyawa Yesus kita ditebus, marilah melihat ini sebagai lembaran yang baru bagi kita bahwa kita hidup di tengah cinta dan Kasih Allah bagi kita, tegas Pdt. Resna.

Di akhir kotbahnya Pdt. Resna Tiarasi Br. Malau mengatakan bahwa kita harus tunduk kepada Tuhan dan Taat kepadaNya agar kita mendapat kehidupan yang kekal. Spirit berkorban Yesus melalui kematianNya harus mampu membuat kita punya karakter Kristen yang kuat dan tegar dalam menghadapi berbagai masalah hidup, tegas Pdt. Tiarasi br. Malau lagi. Pesan khusus Pdt. Resna Tiarasi lagi adalag bahwa kita harus menjadi manusia yang mau berkorban sebagai panggilan dan punya kepedulian dengan sesama.

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait