Kita harus bisa belajar dari kisah Raja Daud dan Goliat dimana kesombongan Goliat membawa malapetaka, tetapi sikap rendah hati Raja daud membawa berkah dan diinginkan oleh Tuhan. Hal itu ditegaskan oleh Pdt. Elvis Simajuntak, STh, M.Psi yang juga Dosen di Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen Medan saat membawakan renungan kebaktian pagi di Ruang Dr. Justin (Jumat, 13 Maret 2026).
Kita hrus Belajar lah untuk rendah hati. Harap Pdt. Elvis. Sering kita tidak sadari bahwa kita hidup dalam dosa kesombongan, keangkugan, dan level kita di atas. Pdt Elvis mempertegas bahwa Dihadapan Tuhan tidak ada yang tidak bisa dijatuhakan dari kesombongan, keangkuhan. Ketika kesombongan dan keangkuhan ada dalam diri kita, akan membuat lupa diri kita di hadapan Tuhan.
Masih menurut Pdt Elvis bahwa, Tuhan lah yang mengangkat manusia, dan Tuhan akan menjatuhkan manusia yang angkuh dan sombong. Dalam hidup keseharian, Jangan lupa, kesehatan, kesuksesan adalah anugerah dari Tuhan, bukan karena kehebatan kita. Kesombongan hati manusia membuat manusia lupa diri. Prestasi dan kesuksesan adalah anugerah semata dari Tuhan. Ketika kita jatuh, barulah kita sadar. Sadarkanlah diri bahwa kita lemah di hadapan Tuhan
Di akhir kotbahnya Pdt. Elvis mengingatkan Mari menyadari bahwa kita sangat lemah di hadapan Tuhan. Kesombongan yang menguasai hati kita membuat kita lupa diri. Tuhan mencari orang yang rendah hati. Tuhan tegas mengatakan, manusia melihat yang di depan mata, tetapi hati orang yang mencari Tuhan dengan kerendahan hatinya.