Kita kehilangan salah satu tokoh yang sangat berpikir plural, punya visi jelas, politisi yang handal dan bernurani, serta punya jiwa bisnis yang sangat mumpuni serta punya kepedulian yang sangat tinggi. Hal itu ditegaskan oleh Dr. RE Nainggolan, MM bersama para tokoh –tokoh yang lain saat melayat ke rumah Duka di Kediaman Mantan Gubernur Sumatera Utara Drs. Rudolf M Pardede dan diterima oleh Ny. Rudolf Vera Natarida Br. Tambunan dan keluarga.
Dr. RE Nainggolan, MM yang merupakan Sekda Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada masa Kepemimpinan Rudolf Pardede mengatakan beliau punya kepemimpinan yang baik dan memberikan wewenan kepada saya dengan penuh kepercayaan. Beliau adalah sahabat yang sangat baik dan selalu jadi mentor karena punya segudang pengalaman yang sangat luar biasa, tegas Dr. RE Nainggolan. Pendelegasian wewenang kepada rekan sekerja dan bawahan adalah hal yang sangat mendidik dalam manajemen dan kepemimpinan. Pak rudolf ini sangat rendah hati dan kita kehilangan salah satu tokoh Sumatera Utara yang juga merupakan putera dari salah satu tokoh nasional di negara ini Almarhum Dr. TD Pardede tegas RE Nainggolan.
Banyak saya mendapat pengalaman dari beliau selama berinteraksi dengan almarhum, tegas RE Nainggolan dengan penuh haru dan mengharapkan semua keluarga tabah serta mengiklaskan pak Rudolf karena sudah tenang disisi yang maha Kuasa tegas RE Nainggolan. Semoag kedepan karakter politisinya dan jiwa wirausaha pak Rudolf Pardede diikuti oleh para generasi muda bangsa ini, tambah RE Nainggolan lagi.
Sementara Dr. Parlindungan Purba, SH, MM Kembali menegaskan bahwa Pak Rudolf yang saya kenal adalah orang yang rendah hati, punya jiwa kepemimpinan dan banyak terlibat dalam kegiatan sosial. Beliau adalah salah satu legend di Sumatera Utara ini dan saya harap kita bisa meneladani beliau karena beliau adalah salah satu orang yang mampu menjadi contoh dalam bidang kepemimpinan publik, tegas Parlindungan Purba.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Jadi Pande, SPd, MM salah satu anggota pengurus Yayasan UHN Medan yang mengatakan bahwa sosok Rudolf Pardede adalah panuta yang pantas kita jadikan sebagai tokoh di Sumut ini. Jiwa bisnis beliau yang sangat visioner adalah contoh dan motivasi bagi kita untuk bisa jadi wirausaha nasional yang mampu membuka lapangan kerja, tegas Jadi Pane lagi.
Sementara Tuan KH Tuan Syekh Ali Akbar Marbun mengatakan pak Rudolf ini orangnya sangat nasionalis dan punya visi sosial yang sangat bagus. Kita kehilangan salah satu tokoh plural di Sumut ini dan legacy beliau ahrus kita warisi untuk membangun Sumut yang sangat kita cintai ini, tegas KLH Ali Akbar Marbun lagi. Turut hadir dalam acara melayat ini adalah Jadi Pane, JA Ferdinandus, H. Anhar Nasution, KH Tuan Syehk Ali Akbar Marbun, Ny. Rufolf Pardede Br. Tambunan, Salomo Pardede, RE Nainggolan, Parlindungan Purba, Exciel, Elisa Marbun, Wati Simamora.