jurnalpemerintahan.com -Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Koordinator Wilayah XIII yang membawahi wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Riau dan Sumatera Barat (Sumbar) menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas respons cepat dan keseriusan dalam menangani kasus penyiraman cairan kimia terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).
Tindak kekerasan terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia merupakan ancaman serius bagi demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia. Insiden penyiraman yang menimpa aktivis Kontras bukan hanya serangan terhadap individu, melainkan serangan terhadap kebebasan berpendapat, kebebasan sipil, dan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh seluruh elemen bangsa.
PP GMKI Korwil XIII Kepri- Riau -Sumbar mendesak Polri untuk mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut secara transparan, profesional, dan akuntabel. GMKI meyakini bahwa penegakan hukum yang tegas dan tanpa tebang pilih adalah fondasi utama dalam mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai organisasi kemahasiswaan yang lahir dari semangat kebangsaan, GMKI hadir untuk terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas. Kami mendorong seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan moral kepada para aktivis dan pembela HAM yang berani menyuarakan kebenaran demi kebaikan bersama.
GMKI Korwil XIII juga menegaskan bahwa setiap bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap aktivis tidak akan pernah membungkam suara kebenaran. Kami berdiri teguh bersama para pejuang keadilan dan akan terus memantau serta mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum agar berkomitmen penuh dalam melindungi warga negara yang bersuara untuk kepentingan publik.
"GMKI Koordinator Wilayah XIII Kepri-Riau-Sumbar mengapresiasi langkah Polri yang bergerak cepat dalam menangani kasus penyiraman terhadap aktivis Kontras. Ini adalah ujian nyata bagi institusi kepolisian untuk membuktikan komitmennya kepada masyarakat bahwa tidak ada yang kebal hukum di negeri ini. Kami mendukung penuh pengusutan kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk mengungkap siapa dalang di balik peristiwa keji ini. Kekerasan terhadap aktivis adalah kekerasan terhadap demokrasi itu sendiri" ucap Paulus H. Banjarnahor
Koordinator Wilayah XIII Kepri- Riau-Sumbar
PP GMKI Korwil XIII Riau-Kepri-Sumbar berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra kritis pemerintah dan penegak hukum demi terwujudnya Indonesia yang adil, demokratis, dan bermartabat. Ut Omnes Unum Sint â€" Supaya Semua Menjadi Satu.