eningkatan mutu sumber daya manusia dosen terus dilakukan saat Dr. Enzo Wirana Batra Siahaan, ST, MT, salah satu dosen tetap di Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan, berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji, yaitu Prof. Dr. Ir. Tulus Sitorus, MT (Promotor), Prof. Dr. Ir. Himsar Ambarita, ST, M.Eng (Co-Promotor), Dr. Eng. Ir. Taufiq Bin Nur, ST, M.Eng.Sc., penguji luar Prof. Dr. Ilmi Abdullah, MSc, Prof. Ir. Janter Simajuntak, ST, MT, PhD, serta Prof. Dr. Ir. Akhyar, ST, MT, M.Eng.
Dalam paparannya, Enzo Siahaan menegaskan bahwa penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan aditif metanol terhadap karakteristik bahan bakar, proses pembakaran, unjuk kerja, dan emisi gas buang mesin Otto stasioner tanpa beban yang menggunakan minyak pirolisis limbah plastik (PPO) sebagai bahan bakar.
Kemudian Enzo menegaskan bahwa minyak pirolisis dicampur dengan metanol pada konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15% (v/v), kemudian diuji pada putaran 1.500â€"4.000 rpm. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa penambahan metanol menurunkan densitas bahan bakar dari 0,786 kg/m³ menjadi 0,666 kg/m³ dan viskositas kinematik dari 0,879 cP menjadi 0,745 cP, serta meningkatkan nilai oktan dari RON 71,6 menjadi 85,2. Secara pembakaran, campuran 5â€"10% metanol menghasilkan peningkatan tekanan silinder maksimum sebesar 8â€"15% dan kerja indikatif sebesar 5â€"12% dibandingkan PPO murni.
Masih menurut Enzo Siahaan di akhir paparannya, terjadi pergeseran tekanan puncak yang mendekati titik mati atas serta penurunan durasi pembakaran hingga sekitar 10%. Koefisien variasi IMEP menurun dari 6,2% menjadi 3,8%, yang menandakan peningkatan kestabilan pembakaran. Namun, pada kadar 15% metanol, tekanan puncak hanya meningkat sekitar 3â€"5% akibat efek pendinginan dari panas laten penguapan metanol. Dari sisi emisi, penambahan metanol menurunkan emisi CO dari 2,8% menjadi 1,6% dan HC dari 420 ppm menjadi 260 ppm, sementara COâ‚‚ meningkat dari 11,2% menjadi 13,5% dan rasio udara-bahan bakar (λ) mendekati 1,0, yang menunjukkan pembakaran lebih sempurna. Hasil ini menunjukkan bahwa rasio metanol 5â€"10% merupakan kondisi paling optimal untuk meningkatkan kinerja pembakaran, stabilitas mesin, dan kualitas emisi pada mesin Otto stasioner berbahan bakar minyak pirolisis limbah plastik.
Dalam sidang terbuka ini hadir Wakil Dekan II Fakultas Teknik, Dr. Ir. Parulian Siagian, ST, MT, Siwan Peranginangin, ST, MT, Wilson Nababan, ST, MT, serta para dosen dan tamu undangan lainnya