Diskusi Senior dan Junior, PP GMKI Dukung Pengembangan Energi Terbarukan

Jadi Pane Apresiasi Komitmen Pak Luhut Terhadap Energi Terbarukan
Redaksi
Redaksi
Senior GMKI yang Mantan Korwil PP GMKI Sumut Aceh foto bersama dengan para junior GMKI seperti Artius Hulu dkk dalam sebuah acara diskusi terbatas dan non formal di Kopitoast baru baru ini.

Sebagai organisasi mahasiswa yang punya kapasitas intelektual, kemampuan akademik yang bagus GMKI sangat peduli dengan masalah masalah publik dan isu isu yang berhubungan dengan kemaslahatan bersama. Menyikapi polusi udara di Kota Jakarta yang semakin parah, GMKI sangat jelas dan tegas mendukung kebijakan pengembangan energi terbarukan termasuk penggunana kendaraan listrik kedepan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Diskusi non formal antara Senior GMKI seperti Jadi Pane, SPd, MM dan para Junior GMKI di Kopitoast, Jalan DI. Panjaitan, Medan (22/03/2023).

Jadi Pane sebagai senior GMKI dan Penrah Korwil GMKI Sumut Aceh ini mengatakan bahwa saat ini Padatnya Ibu Kota tentu menjadi penyebab utama polusi udara begitu mencekik, asap kendaraan bermotor menjadi momok utamanya. Studi yang dilakukan Vital Strategies bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut bahwa kendaraan berbahan bakar bensin dan solar menyumbang 32–57 persen terhadap tingkat PM 2.5 meski belum dapat ditentukan proporsi dari kendaraan di jalan raya dan dari emisi off-road, tambah Jadi Pane lagi.

Jadi Pane menjelaskan bahwa pada saat ini Jakarta setidaknya dikelilingi 8 PLTU batubara dalam radius 100 kilometer. Berdasarkan studi oleh lembaga riset Center for Research of Energy and Clean Air (CREA), ditemukan sekitar 118 fasilitas industri, termasuk pembangkit listrik yang beroperasi di Jawa Barat dan Banten yang menjadi kontributor signifikan terhadap pencemaran udara di Jakarta, tambah Jadi Pane. Kendaraan berbahan bakar bensin dan solar menyumbang 32–57 persen terhadap tingkat PM 2.5.

Kemudian polusi udara di Jakarta disumbang oleh aktivitas konstruksi, pembakaran terbuka, debu jalanan, aerosol sekunder, dan garam laut. Nyatanya, polusi yang banyak ini tidak diimbangi dengan penyerapan dari hijaunya pepohonan. Ibarat besar pasak daripada tiang. Emisi yang keluar begitu banyak, yang menyerap hampir tidak ada, tegas Jadi Pane lagi. Untuk itu pengembangan energi Terbarukan dengan fokus pada pemakaian kendaraan listrik mislanya harus dilakukan dengan baik dan untuk kepentingan bersama, tegas Jadi Pane. Saat ini Pak Luhut BP Panjaitan sudah sangat tegs untuk pengembangan energi listrik atau energi terbarukan dan itu harus kita dukung, tegas Jadi Pane sambil mengharap PP GMKI bisa mendukung kebijakan Bapak Presiden dan Menko Marvest, tegas Jadi Pane lagi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Artinus Hulu bahwa pengembangan energi terbarukan ini harus didkung untuk agenda penyelamatan lingkungan hidup di negara kita, tegas Artinus Hulu. Adapun yang hadir dalam diskusi ini Artinus Hulu Sekretaris Umum, Epafras Tuidano Pjs Ketua, Alderianto Fadly Wakil Sekretaris Umum Rediston Sirait Sekfung Organisasi, Arion Pasaribu Korwil 1 GMKI Sumut- NAD, Irwan Siregar Ketua BPC GMKI Medan. Diskusi berlangsung dalam suasana akrab antara senior dengan junior. Berlangsung pada hari selasa 22 agustus 2023 di kopi toast jl d.i. panjaitan medan Topik diskusi energi baru terbarukan menjadi salah satu cara mengatasi polusi udara dan kerusakan lingkungan. Intinya lingkungan hidup atau alam harus diselamatkan

Penulis
: Redaksi
Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait